PROFIL BIROE

Foto saya
Jakarta, DKI Jakarta, Indonesia
Memiliki attitude negatif akan selalu membuat kita berpikir, "I can't do it" Sedangkan dengan attitude positif cenderung membuat kita berpikir, “I'm sure, I can do it” ...

KOMUNITAS BIROE

TRANSLATE BIROE

English French German Spain

Italian Dutch Russian Brazil

Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Translate Widget by Google

FEEDJIT BIROE

VALUATION BIROE

BUKU TAMU BIROE

Salam kenal, jangan lupa tinggalkan pesan dan kesan ya!

WAKTU BIROE

REPUBLIK BIROE

Indonesian Freebie Web and Graphic Designer Resources

GUIDE BIROE

Bloggers' Rights at EFF

STATISTIK TAYANGAN BIROE

PESONA PULAU ABANG

Keindahan bawah laut Pulau Abang di Kecamatan Galang Kota Batam tak kalah dibanding Bunaken atau Raja Ampat di wilayah timur Indonesia. Sayangnya, potensi yang besar tersebut belum dikelola secara profesional.

Wilayah Pulau Abang terdiri dari beberapa pulau kecil yang melingkupinya. Sebagian besar perairan di daerah itu termasuk taman konservasi terumbu karang.

Dijadikannya daerah tersebut sebagai daerah konservasi karena terdapat aneka ikan hias langka seperti teri hijau dan blue coral atau terumbu karang yang harus dilindungi untuk kepentingan ekosistem air laut. Oleh karena itu, warga lokal mengandalkan sektor pariwisata untuk memenuhi kebutuhan hidupnya karena mereka dilarang mengeksploitasi kekayaan alam di laut tersebut.

Sektor pariwisata di Pulau Abang mestinya bisa menghidupi masyarakat setempat karena potensinya yang besar, di antaranya wisata pantai, wisata selam, dan snorkeling. Keindahan bawah laut Pulau Abang bahkan, diakui sejumlah wisatawan yang pernah berkunjung ke daerah itu, tak kalah dibanding Bunaken dan Raja Ampat.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Batam Yusfa Hendri mengatakan sejumlah artis dari Jakarta, seperti Nadine Chandrawinata, Krisna Mukti, Okie Agustina, Alex Sutanto, Lola Amalia, Rizal Jibran, Intan Kusumanegara, Jamil Reza, Agung Rajak, Testi Anggraini, Samuel Soegito, dan Groza Subhahi, pernah mengunjungi Pulau Abang awal tahun ini. Mereka terpesona dan takjub dengan keindahan bawah laut Pulau Abang sehingga mereka melakukan kegiatan menyelam dan snorkeling.

Perairan Pulau Abang memiliki sembilan titik (spot) yang sangat ideal dijadikan tempat penyelaman dengan kedalaman 15–18 meter. Untuk bisa menikmati keindahan bawah laut di daerah itu, sebelumnya pengunjung perlu mengetahui kondisi cuaca karena perubahan cuaca di daerah tersebut sering terjadi.

Kondisi cuaca yang paling bagus untuk diving di Pulau Abang adalah sekitar bulan Maret hingga Agustus, ketika musim angin timur, dan bulan September sampai November, saat musim angin barat. Pada saat itu, kondisi cuaca terbilang bersahabat dan arus di bawah laut tidak terlalu kencang sehingga sangat nyaman untuk diving.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (Ka UPT) Kawasan Konservasi Laut Daerah Kota Batam Hamdayani mengatakan sejumlah turis mancanegara sering mengunjungi Pulau Abang, seperti dari SingapurA, Norwegia, Filipina, dan Malaysia.

"Di Pulau Abang terdapat spesies karang yang langka, yaitu blue coral yang tidak ditemukan di tempat lain. Blue coral ini hanya hidup di perairan yang jernih dengan kualitas air yang bagus," tuturnya.

Oleh karena itu, para turis tersebut sangat menikmati keindahan bawah laut di perairan itu sebab terdapat blue coral yang masih hidup dan aneka jenis ikan hias langka, seperti ikan teri hijau yang amat memesonakan mata.

Meski memiliki pesona menarik, sayangnya, Pulau Abang belum dikelola secara profesional sebab untuk menjangkau daerah itu masih cukup sulit karena keterbatasan sarana transportasi. Untuk mencapai Pulau Abang hanya bisa dilakukan melalui pelabuhan rakyat di Pulau Galang baru dengan cara menyewa perahu atau speed boat milik nelayan dan jarak tempuh sekitar 40–50 menit. Harga sewa perahu bergantung pada saat negosiasi. Selain itu, fasilitas pendukung seperti penginapan dan tempat kuliner belum tersedia.

Padahal sejak ditetapkan sebagai tempat Program Rehabilitasi dan Pengelolaan Terumbu Karang atau Coral Reef Rehabilitations and Management Program (COREMAP) pada tahun 2004, Asian Development Bank (ADB) telah mengucurkan dana miliaran rupiah untuk memberdayakan wilayah tersebut.

Pemerintah Kota Batam semestinya bisa lebih serius mengelola Pulau Abang sebagai objek wisata yang diandalkan, terlebih pemerintah pusat, baru-baru ini telah menjadikan daerah itu salah satu tujuan wisata bahari nasional. gus/L-4

Warung Batik ASEAN Ada di Batam
Batik sebagai kerajinan dengan nilai seni tinggi telah menjadi bagian dari budaya Indonesia sejak lama. Karena itu, batik perlu terus dilestarikan dan dipromosikan supaya menjadi bagian dari budaya dunia. Kota Batam ditetapkan sebagai pusat promosi batik ASEAN dengan harapan bisa menyebarluaskan kerajinan asli asal Indonesia itu ke negeri tetangga.

Ketua Kamar Dagang dan Industri Kota Batam Nada Faza Soraya mengatakan dalam rangka World Batik Summit, telah digelar sejumlah acara untuk mempromosikan kerajinan batik nasional di Jakarta dan Batam. Dipilihnya Batam karena kota itu telah ditetapkan sebagai pusat promosi batik wilayah ASEAN. Letaknya yang sangat strategis diharapkan bisa mempermudah akses masyarakat ASEAN untuk membeli dan mempelajari batik Nusantara.

Pameran Batik ASEAN yang diikuti empat negara pada 2–4 Desember kemarin di Batam diakui sukses karena berhasil mencapai nilai transaksi hingga 17 miliar rupiah.

Ditetapkannya Batam sebagai pusat promosi batik ASEAN cukup membanggakan kota ini karena akan menjadi tempat atau etalase kerajinan batik Nusantara. Batik juga diharapkan bisa mendorong pertumbuhan industri pariwisata selain akan meningkatkan perekonomian masyarakat kecil karena sebagian besar kerajinan batik diproduksi oleh UKM (usaha kecil menengah).

Untuk mendukung program tersebut, akan dibentuk trading house atau rumah niaga di Batam yang berfungsi sebagai pusat pameran dan perdagangan batik Nusantara. Di tempat itu nantinya dipamerkan seluruh produk batik dari berbagai daerah di Indonesia dan batik dari negara tetangga, seperti Malaysia, Brunei Darussalam, dan Thailand. Tempat itu juga nantinya menjadi salah satu tujuan wisata yang akan dikunjungi turis asing.

"Permintaan pasar Asia Tenggara terhadap batik cukup tinggi dalam dua tahun terakhir sehingga dengan adanya pameran batik di Batam diharapkan akan terjadi peningkatan komunikasi perdagangan batik di kawasan ASEAN," ungkap Nada pada Koran Jakarta.

Batik Batam
Wali Kota Batam Ahmad Dahlan mengatakan perkembangan kerajinan batik di Kota Batam terus berkembang. Saat ini, sudah banyak motif asli daerah yang dipasarkan sehingga perlu dipatenkan agar tidak ditiru oleh daerah atau negara lain. Beberapa motif andalan Batam antara lain gonggong, yakni sejenis hewan laut yang banyak dikonsumsi warga Batam serta motif Jembatan Barelang yang menjadi ikon landmark Kota Batam.

"Kami sudah siapkan 10 motif batik asli Batam untuk mendapatkan paten dari Kementerian Hukum dan HAM," ujar dia. Pematenan motif batik itu perlu dilakukan supaya tidak diakui oleh pengusaha batik dari negara lain sebagai motif mereka. Pasalnya, negara lain seperti Malaysia sering mengklaim berbagai produk kerajinan Indonesia sebagai produk asli mereka.

Selain mematenkan motif batik, Pemerintah Kota Batam senantiasa memberdayakan para perajin batik dengan mempromosikan produk mereka serta mengenalkan pasar potensial. Untuk itu, para perajin batik senantiasa diikutsertakan dalam setiap pameran batik di dalam dan luar negeri.

"Diharapkan Batam tidak hanya menjadi pusat perdagangan batik, tetapi juga pusat promosi yang berkaitan dengan pengembangan industri serta pariwisata dan kebudayaan," kata dia. gus/L-4

Maha Vihara Duta Maitreya Terbesar di ASEAN
Maha Vihara Duta Maitreya di Kota Batam merupakan tempat ibadah umat Buddha terbesar di Asia Tenggara. Selain berfungsi sebagai tempat ibadah, wihara itu menjadi salah satu tujuan wisata andalan Kota Batam.

Kepala Bidang Sekretaris, Kerohanian, Pendidikan dan Seni Budaya Maha Vihara Duta Maitreya Batam, Pandita Liyas, mengatakan Vihara Duta Maitreya yang berada di daerah Sungai Panas, Kota Batam, merupakan wihara Maitreya terbesar di Asia Tenggara. Dengan luas lahan 4,5 hektare, Vihara Duta Maitreya dibangun tahun 1991. Sesuai namanya, wihara itu memiliki nilai religius yang sangat kental sesuai pesan Buddha Maitreya, yaitu pesan cinta kasih semesta.

Di setiap sudut wihara itu akan ditemukan arca Buddha Maitreya yang memiliki postur tubuh tinggi lebar, telinga padat, dan perut gendut, berkepribadian lugu dan senantiasa tertawa lebar. Selain arca Buddha Maitreya, di wihara itu terdapat arca Buddha Gautama, Dewi Kwan Im, Satya Kalama, Amitabha, Baisajyaguru, dan lainnya. Arca tersebut tersebar di berbagai bagian wihara dengan kekhasannya masing-masing.

"Sesuai namanya, di hampir setiap sudut Vihara Maitreya terdapat arca Buddha Maitreya dengan senyumnya yang lebar, dan ketika melihatnya terasa nuansa hidup yang menyambut hangat, seolah-olah Maitreya berkata: Welcome to the loving world. Ia menuntun semua manusia memasuki dunia baru, hidup dengan damai dan bahagia," kata dia.

Ditambahkan Pandita Liyas, di wihara Duta Maitreya juga terdapat lima graha, yaitu graha Maitreya yang merupakan graha dengan fungsi utama, tempat umat Maitreya melakukan kebaktian tiga kali sehari kepada Tuhan Yang Maha Esa, Buddha Maitreya dan para Buddha atau Bodhisatva. Graha itu memiliki daya tampung 2.000 orang. Selanjutnya terdapat Graha Patriat, yakni graha bakti puja kepada para Buddha yang sekaligus berfungsi sebagai aula pendidikan dan pelatihan serta Dharmasala.

Graha ketiga ialah Graha Sakyamuni (Sidharta Gautama), yakni graha kebaktian kepada Hyang Buddha Gautama, Buddha Amitabha, Buddha Baisajyaguru, Bodhisatva Manjusri, dan Bodhisatva Samantabhadra. Graha keempat iaalh Graha Budhha Avalokitesvara, merupakan graha bakti puja kepada Bodhisatva Avalokitesvara. Graha kelima adalah Budha Satya Kalama. Graha Satya Kalama ini merupakan graha bakti puja kepada Bodhistva Satya Kalama.

Selain tempat ibadah, di kompleks wihara terdapat sekolah, mulai dari pra-playgroup, TK, SD, SMP, hingga SMA, serta rumah makan vegetarian. "Vihara Maitreya merupakan pusat kesenian kasih alam. Setiap tahun telah memiliki kalender tetap bekerja sama dengan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan," pungkas Pandita Liyas. gus/L-4

PULAU CUBADAK - SUMATERA BARAT


Menemukan pantai yang bersih tanpa sampah butuh usaha yang cukup sulit. Tapi di Pesisir Selatan, Sumatera Barat, terdapat Pulau Cubadak yang pantainya seratus persen bebas sampah!

Pulau Cubadak adalah salah satu pulau di kawasan Carocok/Laguna Mandeh. Objek wisata ini terletak di Kecamatan Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Pulau ini dikelola oleh sebuah resort milik warga Negara Italia, Mr Nanny.

Pulau ini sangat bersih. Pasir pantainya yang putih sangat cerah saat disinari sinar matahari. Belum lagi air lautnya yang biru dan jernih, membuat wisatawan yang datang tak sabar ingin bermain air.

Demi kelestarian pulau, sang pemiliki membuat peraturan lingkungan yang sangat ketat bagi semua pengunjung di Pulau Cubadak. Jadi, jika berkunjung ke sini, Anda tidak akan menemukan satupun sampah di sepanjang pantai.

PULAU GANGGA - SULAWESI UTARA


Sulawesi Utara rupanya masih banyak memiliki potensi tujuan wisata yang luput dari perhatian. Di Kota Kepulauan Minahasa Utara, ada Pulau Gangga dengan pasir putih dan taman laut yang indah.

Pulau Gangga merupakan salah satu pulau yang terdapat di Sulawesi Utara yang berjarak sekitar 6,1 km dari Kepulauan Minahasa Utara, Sulawesi Utara. Pulau yang belum banyak terekspos ini menjadi batas Indonesia dengan Filipina.

Berbagai aktivitas dapat Anda lakukan di Pulau ini, seperti memancing, menyelam, snorkeling, berenang, rekreasi pantai dan penelitian biota. Selain itu, di Pulau Gangga juga memiliki sunset yang sangat indah, yang dapat kita nikmati bersamaan dengan deburan ombak.

Pulau Gangga memiliki hamparan pasir putih dan air laut yang bersih, belum tercemar sampah. Pohon kelapa yang tumbuh subur juga menambah pesona keasrian yang dimiliki pulau ini. 

Untuk Anda yang memiliki hobi menyelam, rasanya tak sempurna bila belum pernah mencoba Taman Laut Pulau Gangga. Di sini, Anda akan merasakan sensasi menyelam yang luar biasa. Pulau Gangga menyimpan beribu pesona taman laut dengan karang-karang yang berwarna-warni dan ratusan jenis ikan beraneka warna.

Untuk mencapai Pulau Gangga, pengunjung bisa mengunakan mobil dari Manado ke arah utara menuju Desa Likupan selama 1 jam. Perjalanan lalu dilanjutkan dengan menggunakan speed boat menuju Pulau Gangga sekitar 30 menit.

Jangan khawatir jika Anda ingin menginap. Pulau Gangga sudah memiliki resort yang sengaja dibuat senyaman mungkin, sehingga sangat layak untuk diinapi. Banyak fasilitas di resort ini, seperti bungalow yang menghadap laut dan tempat berjemur untuk Anda yang ingin menikmati hembusan semilir angin laut.



Tak heran jika Pulau Gangga menjadi salah satu lokasi wisata yang dapat dijadikan primadona di Minahasa.

GEMPA BUMI



Gempa bumi adalah getaran atau guncangan yang terjadi di permukaan bumi akibat pelepasan energi dari dalam secara tiba-tiba yang menciptakan gelombang seismik. Gempa Bumi biasa disebabkan oleh pergerakan kerak Bumi (lempeng Bumi). Frekuensi suatu wilayah, mengacu pada jenis dan ukuran gempa Bumi yang di alami selama periode waktu. Gempa Bumi diukur dengan menggunakan alat Seismometer. moment magnitudo adalah skala yang paling umum di mana gempa Bumi terjadi untuk seluruh dunia.skala rickter adalah skala yang di laporkan oleh observatorium seismologi nasional yang di ukur pada skala besarnya lokal 5 magnitude. kedua skala yang sama selama rentang angka mereka valid. gempa 3 magnitude atau lebih sebagian besar hampir tidak terlihat dan besar nya 7 lebih berpotensi menyebabkan kerusakan serius di daerah yang luas, tergantung pada kedalaman gempa. Gempa Bumi terbesar bersejarah besarnya telah lebih dari 9, meskipun tidak ada batasan besarnya. Gempa Bumi besar terakhir besarnya 9,0 atau lebih besar adalah 9,0 magnitudo gempa di Jepang pada tahun 2011 (per Maret 2011), dan itu adalah gempa Jepang terbesar sejak pencatatan dimulai. Intensitas getaran diukur pada modifikasi Skala Mercalli.

Penyebab terjadinya gempa Bumi

Kebanyakan gempa Bumi disebabkan dari pelepasan energi yang dihasilkan oleh tekanan yang disebabkan oleh lempengan yang bergerak. Semakin lama tekanan itu kian membesar dan akhirnya mencapai pada keadaan dimana tekanan tersebut tidak dapat ditahan lagi oleh pinggiran lempengan. Pada saat itulah gempa Bumi akan terjadi.

Gempa Bumi biasanya terjadi di perbatasan lempengan-lempengan tersebut. Gempa Bumi yang paling parah biasanya terjadi di perbatasan lempengan kompresional dan translasional. Gempa Bumi fokus dalam kemungkinan besar terjadi karena materi lapisan litosfer yang terjepit kedalam mengalami transisi fase pada kedalaman lebih dari 600 km.

Beberapa gempa Bumi lain juga dapat terjadi karena pergerakan magma di dalam gunung berapi. Gempa Bumi seperti itu dapat menjadi gejala akan terjadinya letusan gunung berapi. Beberapa gempa Bumi (jarang namun) juga terjadi karena menumpuknya massa air yang sangat besar di balik dam, seperti Dam Karibia di Zambia, Afrika. Sebagian lagi (jarang juga) juga dapat terjadi karena injeksi atau akstraksi cairan dari/ke dalam Bumi (contoh. pada beberapa pembangkit listrik tenaga panas Bumi dan di Rocky Mountain Arsenal. Terakhir, gempa juga dapat terjadi dari peledakan bahan peledak. Hal ini dapat membuat para ilmuwan memonitor tes rahasia senjata nuklir yang dilakukan pemerintah. Gempa Bumi yang disebabkan oleh manusia seperti ini dinamakan juga seismisitas terinduksi.

 


PELATIHAN NASIONAN "5 DAYS CAMP - SCIENCE IN DRR"



Sudah menjadi kepastian alam bahwa bumi akan terus berproses, dan dalam prosesnya kerap menimbulkan korban jiwa. Dan manusia tidak diciptakan untuk sekedar menonton. Bagaimana peran kamu?

Mari kita refleksikan bersama di 5 DAYS CAMP ''Science in DRR''!

  
Lihat topik menu & narasumber nya. Biaya pendaftaran Rp. 150.000,- download Entry Kit: http://www.mediafire.com/?7sir1phkdr3y7l4

APA ITU TSUNAMI ... !?


Tsunami (bahasa Jepang: 津波; tsu = pelabuhan, nami = gelombang, secara harafiah berarti "ombak besar di pelabuhan") adalah perpindahan badan air yang disebabkan oleh perubahan permukaan laut secara vertikal dengan tiba-tiba. Perubahan permukaan laut tersebut bisa disebabkan oleh gempa bumi yang berpusat di bawah laut, letusan gunung berapi bawah laut, longsor bawah laut, atau atau hantaman meteor di laut. Gelombang tsunami dapat merambat ke segala arah. Tenaga yang dikandung dalam gelombang tsunami adalah tetap terhadap fungsi ketinggian dan kelajuannya. Di laut dalam, gelombang tsunami dapat merambat dengan kecepatan 500-1000 km per jam. Setara dengan kecepatan pesawat terbang. Ketinggian gelombang di laut dalam hanya sekitar 1 meter. Dengan demikian, laju gelombang tidak terasa oleh kapal yang sedang berada di tengah laut. Ketika mendekati pantai, kecepatan gelombang tsunami menurun hingga sekitar 30 km per jam, namun ketinggiannya sudah meningkat hingga mencapai puluhan meter. Hantaman gelombang Tsunami bisa masuk hingga puluhan kilometer dari bibir pantai. Kerusakan dan korban jiwa yang terjadi karena Tsunami bisa diakibatkan karena hantaman air maupun material yang terbawa oleh aliran gelombang tsunami.

Dampak negatif yang diakibatkan tsunami adalah merusak apa saja yang dilaluinya. Bangunan, tumbuh-tumbuhan, dan mengakibatkan korban jiwa manusia serta menyebabkan genangan, pencemaran air asin lahan pertanian, tanah, dan air bersih.

Sejarawan Yunani bernama Thucydides merupakan orang pertama yang mengaitkan tsunami dengan gempa bawah laut. Namun hingga abad ke-20, pengetahuan mengenai penyebab tsunami masih sangat minim. Penelitian masih terus dilakukan untuk memahami penyebab tsunami.
Teks-teks geologi, geografi, dan oseanografi pada masa lalu menyebut tsunami sebagai "gelombang laut seismik".

Beberapa kondisi meteorologis, seperti badai tropis, dapat menyebabkan gelombang badai yang disebut sebagai meteor tsunami yang ketinggiannya beberapa meter di atas gelombang laut normal. Ketika badai ini mencapai daratan, bentuknya bisa menyerupai tsunami, meski sebenarnya bukan tsunami. Gelombangnya bisa menggenangi daratan. Gelombang badai ini pernah menggenangi Burma (Myanmar) pada Mei 2008.

Wilayah di sekeliling Samudra Pasifik memiliki Pacific Tsunami Warning Centre (PTWC) yang mengeluarkan peringatan jika terdapat ancaman tsunami pada wilayah ini. Wilayah di sekeliling Samudera Hindia sedang membangun Indian Ocean Tsunami Warning System (IOTWS) yang akan berpusat di Indonesia.

Bukti-bukti historis menunjukkan bahwa megatsunami mungkin saja terjadi, yang menyebabkan beberapa pulau dapat tenggelam.

2011 TERMASUK TAHUN TERPANAS


Tahun 2011 berada di urutan ke-9 daftar tahun terpanas sejak 1880. Temperatur permukaan global 0,52 derajat Celsius lebih tinggi dari temperatur dasar pada pertengahan abad 20. Demikian pernyataan Goddard Institute for Space Studies NASA, Kamis (19/1/2012) seperti dikutip Reuters.


Sebelas tahun awal pada abad 21 (terhitung sejak tahun 2000) lebih panas dari pertengahan dan akhir abad 20. Satu-satunya tahun di abad 20 yang masuk terpanas adalah 1998.

Temperatur yang panas, kata James Hansen dari NASA, terjadi bahwa ketika La Nina mempengaruhi iklim Bumi dan aktivitas Matahari tergolong rendah.

James mengungkapkan bahwa tingginya temperatur jelas disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas rumah kaca, terutama karbon dioksida. Konsentrasi karbon dioksida saat ini adalah 390 ppm. Sementara pada tahun 1880 hanya 285 ppm dan tahun 1960 sebesar 315 ppm. 

TANAM TERUMBU KARANG CINTA SERIBU IKAN

Banyak cara mengekspresikan hari berkasih sayang atau Valentine Day. Seperti dilakukan unit kerja mahasiswa (UKM) Diving Engginering Institut Teknologi (ITP) Padang dan UKM Diving Proklamator Universitas Bung Hatta (UBH). Mereka bukannya berkasih sayang dengan orang tersayang, tapi malah menanam terumbu karang cinta untuk seribu ikan, di Taman Nirwana Padang, Minggu (12/2). Bagaimana cerita?

Sebenarnya aksi penanaman ini bukanlah kali pertama mereka lakukan, tapi sudah rutin dilaksanakan. Namun, mereka menyebut aksi penanaman di Pantai Taman Nirwana ini terbilang spesial seiring gebyar Valentine Day. ”Di pantai Taman Nirwana sendiri sudah ada sekitar 500 bibit ditanam dan di Pulau Pasumpahan sudah lebih dari 5000-an bibit, dan sekali tiga bulan dilakukan monitoring,” tambah Yuni.

Aksi penanaman karang tersebut menggunanakan metode transplantasi, yakni upaya pencangkokan atau pemotongan karang hidup untuk ditanam di tempat lain atau karangnya telah rusak. Saat ini transplantasi karang juga telah dikembangkan lebih jauh untuk mendukung pemanfaatan yang berkelanjutan.
Bentuk pemanfaatan transplantasi karang atara lain mengembalikan fungsi ekosistem karang yang rusa,k sehingga dapat mendukung ketersediaan jumlah populasi ikan karang di alam. Transplantasi karang juga dirnanfaatkan untuk membuat lokasi penyelaman (dive spot) menjadi lebih indah dan menarik sehingga dapat mendorong kenaikan jumlah wisatawan. Selain itu transplantasi karang juga dirnanfaatkan untuk memperbanyak jumlah indukan dan anakan karang yang laku dipasarkan sehingga dapat mendukung perdagangan karang hias, sesuai peraturan yang berlaku.

Menurutnya lagi  transplantasi dilakukan dengan menempuh beberapa tahap diantaranya persiapan, pelaksanaan dan monitoring kegiatan. Pada tahap persiapan, dilakukan pembuatan substrat transplantasi yang terdiri dari adonan semen, batu dan pasir (cor) yang dicetak pada cetakan yang terbuat dari pipa paralon yang berdiameter 8 dan 5 inci kemudian memberi label (tagging) pada substrat tersebut untuk memudahkan pemantauan.

”Kali ini subtrat, meja dan labelnya sengaja kami beri warna serba ’pink’, karena bulan Februari bagi sebagian muda mudi identik dengan warna pink, dan  aksi tersebut salah satu bagian dari kampanye akan pentingnya terumbu karang bagi kehidupan ikan-ikan di laut,” imbuh Yuni.
 

KARYA TERBAIK "LOMBA PENULISAN ARTIKEL" DALAM AJANG FORKOM MATABUKA AKAN DIJADIKAN SUMBER DALAM POSTINGAN BLOG


Coral Reef Rehabilitation and Management Program (COREMAP) - LIPI, melalui Bidang Pendidikan mengkampanyekan berbagai program ke masyarakat luas dalam membangun paradigma baru tentang upaya pelestarian terumbu karang. Salah satu upaya yang diselenggarakan adalah membangun jaringan komunikasi dalam bentuk Forum Komunikasi Masyarakat Pecinta Terumbu Karang (Forkom Matabuka). Komunikasi para komunitas yang terdiri dari siapapun dan kalangan manapun yang memiliki visi yang sama yaitu sebagai pelestari terumbu karang telah memanfaatkan berbagai media sosial salahsatunya webblog.

Pada tahun 2011, bersamaan dengan rangkaian kegiatan Kontes Inovator Muda (KIM) ke-6 dilaksanakanlah kegiatan 'Forum Diskusi dan Lomba Penulisan Artikel' yang bertemakan "Bahana Pena Maya Blogger Muda Dalam Melestarikan Terumbu Karang". Kegiatan ini melibatkan sekitar 250 peserta dari siswa/i SMA - sederajat dan mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi se-Jabodetabek.

Berkaitan dengan kegiatan Lomba Penulisan Artikel, didapatkan 3 Penulis Artikel Terbaik (hasil penilaian dewan juri) yang diumumkan pada acara puncak KIM 6, terdiri dari :
Juara 1 : atas nama Marcella perwakilan SMA K 7 Penabur, judul artikelnya"Tentang Dunia yang (Hampir) Hilang".
Juara 2 : atas nama Fifiani Lugito perwakilan SMA K Penabur Gading Serpong, dengan judul artikel "Melindungi yang Jauh Dimata, Dekat Dihati"
Juara 3 : atas nama Alivia Hadisisabella perwakilan SMK Negeri 8 Jakarta, judul artikel "Kawula Muda sebagai Ujung Tombak Pelestarian Terumbu Karang"

Setiap karya tulis pemenang dan beberapa karya yang dinilai baik oleh juri dan penyelenggara, akan ditayangkan secara bergilir pada webblog Forkom Matabuka (http://cintaterumbukarang.blogspot.com) dengan harapan melalui karya tulis para peserta ini dapat menyumbangkan ide dan pendapat kepada masyarakat Indonesia maupun Dunia untuk selalu peduli lingkungan khususnya lingkungan laut beserta biotanya, terutama terumbu karang. (SELAMATKAN TERUMBU KARANG, SEKARANG !! KALAU BUKAN SEKARANG, KAPAN LAGI !!, KALAU BUKAN KITA, SIAPA LAGI !!)

LEBIH DARI SEPARUH HUTAN MANGROVE RUSAK


Tujuh hutan mangrove Indonesia menjadi percontohan di ASEAN meskipun hampir setengah dari total luas kawasan ini dalam kondisi rusak. Tidak usah sulit mencari contohnya, karena pantai utara Jakarta sudah habis diubah menjadi lokasi perumahan elit.

"Lebih dari separuh hutan mangrove kita rusak, sisanya baik dan sedang. Meski demikian, 70 persen kerusakan itu di luar kawasan hutan dan hanya 28 persen terjadi di dalam kawasan hutan," kata Direktur Bina Rehabilitasi Hutan dan Lahan Ditjen BPDAS dan PS Kementerian Kehutanan, Billy Indra, di Jakarta, Selasa (20/12/2011).

Berdasarkan hasil survei kementerian itu pada 2006, Indonesia memiliki luasan hutan mangrove terbesar di Asia Tenggara, yaitu sebesar 7,7 juta hektare. Namun ketika kembali disurvei tahun lalu, hutan mangrove di Indonesia dalam keadaan baik hanya 3,6 juta hektar, sisanya dalam keadaan rusak dan sedang.

Kerusakan hutan mangrove ini, katanya, diakibatkan konversi hutan mangrove menjadi perkebunan, pertambakan, dan pembangunan ekonomis (rumah, sawah) dan penebangan serta bencana alam.
Padahal, menurut dia, nilai ekonomi yang dapat diperoleh dari pelestarian mangrove per hektar cukup tinggi. Jika semuanya dirupiahkan, nilainya mencapai angka Rp1,6 miliar per ha per tahun.
Untuk memperbaiki mangrove yang rusak, kata Billy, tiap tahun dilakukan rehabilitasi hutan mangrove seluas 10.000 hektare. Selain itu, dalam APBN juga dianggarkan untuk membangun kebun bibit rakyat (KBR).

Di tahun 2011, dianggarkan membuat 10.000 unit KBR yang dapat menghasilkan 500 juta batang tanaman mangrove. "Pada 2010 hanya 8.000 unit KBR, sedangkan di tahun depan akan dibangun 12.000 unit," katanya.

Menurut Kepala Balai Pengelolaan Hutan Mangrove Wilayah I Denpasar, Sasmitohadi, hutan mangrove tak sekedar memiliki fungsi ekologis. Saat mangrove rusak, menurut dia, bisa dipastikan akan terjadi penurunan ekonomi secara drastis.

"Jika mangrove hilang, pendapatan masyarakat menurun. Jika mangrove kembali digalakkan tangkapan nelayan menjadi tinggi," katanya.

Sasmitohadi mencontohkan, pendapatan kelompok masyarakat Bedul yang berada di hutan mangrove Alas Purwo dari sektor ekowisata berkisar Rp70 juta per bulan. Pada musim-musim tertentu, penghasilan kelompok masyarakat ini bahkan dapat mencapai Rp100 juta per bulan.

Aktivitas ekowisata di kawasan mangrove Alas Purwo yang dikelola masyarakat, kata Sasmitohadi, adalah wisata di hutan mangrove, atraksi berperahu, pemancingan di hutan mangrove, dan pendidikan lingkungan.

Sementara, Kepala Sub Direktorat Rehabilitasi Hutan Mengrove, Pantai, Rawa dan Gambut, Eko Warsito, mengatakan pihaknya optimis hutan mangrove Indonesia akan mengalami perbaikan.
Dia memperkirakan, dalam survei yang dilakukan lima tahun sekali ini akan ada tambahan sebesar 200.000 hektare hutan mangrove dalam kondisi baik.

Warsito menjelaskan yang masuk dalam kategori tanaman mangrove adalah tanaman yang dapat tumbuh dalam air yang bertekstur tanah lumpur.


Sementara, lanjut Warsito, kriteria hutan mangrove yang baik adalah hutan tersebut ditumbuhi lebih dari 1.000 batang mangrove per hektar. "Kalau hutan mangrove rusak, berarti kawasan itu hanya ditumbuhi kurang dari 400 batang mangrove per hektare."



Sementara dalam acara penandatanganan kerja sama antara Ditjen Bina Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Perhutanan Sosial (BPDAS dan PS), dan Japan International Cooperation Agency (JICA), tujuh kawasan hutan mangrove akan dijadikan percontohan di lingkup ASEAN.



Ketujuh kawasan hutan mangrove yang akan menerapkan mekanisme share learning itu berlokasi di Surabaya, Lampung, Bali Barat, Alas Purwo (Banyuwangi), Balik Papan, Tarakan, dan Jepara.



"Ketujuh area model itu menjadi lokasi pembelajaran mangrove komunitas ASEAN dan internasional," kata Indra. Selain lokasi pembelajaran, ketujuh kawasan tersebut juga menjadi tempat pengembangan kemampuan ekonomi masyarakat lokal dari hutan mangrove.



Berdasarkan survei yang dilakukan JICA, masing-masing area memunyai keunggulan komparatif yang berbeda-beda. 



Chief Advisor JICA, Takahisa Kusano, mencontohkan mangrove Surabaya dan Balikpapan, memiliki keunggulannya dalam sistem ekonomi pesisir terpadu. Mangrovenya berfungsi rehabilitasi lahan bekas tambak, pengurangan erosi, dan ekowisata.



Sementara itu, kawasan mangrove Tarakan dan Alas Purwo yang merupakan bagian dari kawasan konservasi Taman Nasional Alas Purwo yang memiliki keunggulan dari atraksi wisata alam. 



Kerja sama pengembangan mangrove antara Indonesia dan Jepang melalui JICA, kata Indra, sudah terjalin sejak 1991. Kerja sama itu terbagi menjadi empat fase, yaitu fase pertama (1991-1999) melalui rehabilitasi mangrove di Bali dan fase kedua (2001-2006) melalui pembangunan pusat informasi mangrove di Bali.



Sementara fase ketiga (2007-2010) melalui survei dan pemilihan tujuh area percontohan mangrove Indonesia di ASEAN dan fase keempat (2011-2014) melalui penandatanganan kerja sama, dan proyek konservasi mangrove pada tujuh project sites tersebut.




SELAMATKAN TERUMBU KARANG

Negara kepulauan Indonesia, yang terletak di garis tengah katulistiwa, merupakan 14 persen luas terumbu karang dunia. Indonesia menduduki peringkat kedua setelah Australia. Lagipula, Indonesia menjadi pusat segitiga terumbu karang dunia (the coral triangle). Ada enam negara dalam segitiga imajiner ini, yaitu Malaysia, Philipina, Timor Leste, Papua Nugini Indonesia dan Solomon Island.

Segitiga Terumbu Karang ini adalah pusat kehidupan laut yang memiliki keragaman jenis biota laut. Terumbu karang di kawasan ini 53 persen terumbu karang dunia. Di perairan Raja Ampat, Papua Barat, misalnya, terdapat lebih dari 600 spesies koral atau lebih dari 75 persen spesies yang dikenal di dunia.

Segitiga terumbu karang yang tersebar di perairan enam negara itu juga dihuni sekitar 3.000 spesies ikan, serta memiliki hutan mangrove paling luas di dunia. Segitiga terumbu karang juga menjadi tempat bertelur dan berkembang biaknya ikan tuna dalam jumlah terbesar di dunia. Tuna merupakan komoditas perikanan yang paling diminati di dunia.


Inilah alasan penting mengapa melindungi kelestarian terumbu karang di Indonesia perlu menjadi perhatian para Leader. Artinya, bila Indonesia gagal dalam pengelolaan terumbu karang akan mengakibatkan potensi hasil kelautan Indonesia sebesar lebih dari 1.6 juta dolar US tidak akan pernah bisa terwujud. Potensi kekayaan laut Indonesia terutama diperoleh dari perhitungan jumlah ikan tangkap yang merupakan nilai terbesar.

Meskipun fokus pembangunan belum tampak besar mengarah pada pemanfaatan potensi laut, bangsa ini tidak boleh lalai dalam pelestarian terumbu karang. Kelalaian mengakibatkan jutaan nelayan semakin sulit menangkap ikan. Bukan karena ikan ditangkapi dalam jumlah yang berlebihan tetapi karena populasi ikan
semakin menurun diakibatkan rusaknya koloni terumbu karang. Observasi yang dilakukan tahun 2003 menunjukkan bahwa kerusakan terumbu karang parah terjadi di Indonesia,  hanya tinggal 6,69% dalam kondisi sangat baik, kondisi baik 26,59%, buruk 37,56% dan sangat buruk 29,16%. Sangat menyedihkan. Bangsa besar yang wilayahnya  sebagian besar adalah laut ini dipandang belum mampu mengelola kelestarian terumbu karang.

Manfaat terumbu karang selain sebagai sumber kehidupan, juga bisa menjadi obyek wisata minat khusus yang sangat menarik. Para leader bisa menemukan keindahan terumbu karang dilaut Alor, Raja Ampat, Berau - Derawan, atau di kepulauan Nias dan Natuna. Jangan salah, masih banyak lagi daerah pantai di kepulauan-kepulauan Indonesia yang memiliki keindahan terumbu karang namun belum dikelola sebagai aset wisata.

Pentingnya menjaga kelestarian terumbu karang bukan sekedar perhatian pemerintah Indonesia. Namun juga menjadi perhatian dunia, karena kontribusi pengelolaan kelautan dengan cara yang benar akan turut membantu mereduksi percepatan global warming. Tentu saja ini sebuah inisiatif yang perlu ditindaklanjuti
dengan program nyata. Indonesia dengan bantuan World Bank dan Asia Development Bank, melalui Departemen Kelautan dan Perikanan telah menjalankan program konservasi dan pengelolaan terumbu karang secara sistematis sejak tahun 1998 dengan program yang disebut COREMAP (Coral Reef Rehabilitation and Management Program).

Program ini menjadi penting tidak saja bagi Indonesia tetapi juga bagi dunia karena inilah pertama kalinya program upaya pelestarian terumbu karang yang sangat komprehensif. Inisiatif program dilakukan sebanyak tiga tahap. Tahap pertama diselesaikan tahun 2004. Saat ini, COREMAP sudah sampai di tahap II.

Program COREMAP yang telah dijalankan secara komprehensif ini menuai hasil-hasil positif. Komprehensif, karena COREMAP terdiri dari tiga komponen yang berjalan secara paralel. Pertama adalah komponen CBM (community based management), yang pada fungsi pokoknya adalah pengelolaan kelestarian terumbu karang berbasis masyarakat sekitar. Kedua adalah penguatan kelembagaan, yang difokuskan pada terbentuknya kelembagaan di pemerintahan daerah agar mampu merespon kebutuhan masyarakat dalam pengelolaan terumbu karang. Ketiga adalah komponen penyadaran publik (public awareness), yang difokuskan untuk membangun kesadaran publik mengenai pentingnya menjaga dan melestarikan terumbu karang secara masif-nasional.

Maka, peranan kita sangat dibutuhkan demi menjaga kelestarian terumbu karang.  

Sekarang!

Selamatkan Terumbu Karang,  sekarang... !
 

 

LUMBA-LUMBA BERBICARA SEPERTI MANUSIA

Beragam penelitian tentang lumba-lumba dilakukan mengingat satwa tersebut terkenal cerdas. Salah satu yang sebelumnya pernah didapatkan adalah lumba-lumba bisa bersiul. Siulan tersebut digunakan sebagai alat komunikasi antar individu, persis seperti manusia menggunakan bahasa. Namun, penelitian itu ternyata kurang tepat. Lumba-lumba bukan cuma bersiul, tetapi berbicara.

Ilmuwan mengatakan, suara lumba-lumba diproduksi dari vibrasi jaringan yang cara kerjanya hampir mirip dengan organ di kotak suara manusia dan beberapa hewan darat lain. Demikian simpulan Peter Madsen dari Department of Biological Science di Aarhus University, Denmark, setelah melakukan studi tentang cara lumba-lumba berkomunikasi.

Madsen menelaah data digital suara 12 ekor lumba-lumba hidung botol yang direkam pada tahun 1977. Dasar teori penelitian adalah, nada siulan dipengaruhi oleh frekuensi resonansi di saluran udara. Saat lumba-lumba menyelam, saluran udara termampatkan karena tekanan. Artinya, jika memang bersiul, semakin dalam menyelam, ketukan suara lumba- lumba yang dihasilkan akan makin tinggi.

Lumba-lumba juga bisa bersuara di medium udara dan heliox, campuran 80 persen helium dan 20 persen oksigen. Kecepatan suara di medium heliox 1,74 kali lebih tinggi dari udara sehingga jika siulan diproduksi, maka ketukan nadanya akan 1,74 kali lebih tinggi.

"Kami menemukan bahwa ketukan suara lumba-lumba tidak berubah saat memproduksi suara di medium heliox, artinya ketukan tidak ditentukan oleh ukuran saluran udaranya, yang berarti juga lumba-lumba tidak bersiul," urai Madsen.

Lebih lanjut, Madsen menjelaskan, lumba-lumba justru memproduksi suara dengan membuat jaringan ikat di hidung bergetar sesuai dengan frekuensi yang ingin diproduksi dengan menyesuaikan ketegangan otot dan aliran udara di jaringan tersebut. Ini cara yang sama yang digunakan manusia.

Lalu jika lumba-lumba bisa bicara, apa yang dibicarakan? Ilmuwan mengetahui bahwa lumba-lumba saling berbagi informasi tentang identitas mereka sehingga mampu membantu satu sama lain ketika mengarungi wilayah samudera yang luas.

Insinyur akustik John Stuart Reid dan Jack Kassewitz dari organisasi Speak Dolphin membuat instrumen disebut CymaScope yang bisa mengurai detail struktur suara lumba-lumba sehingga "arsitekturnya" bisa dipelajari. Kassewitz mengungkapkan, "Ada bukti kuat bahwa lumba-lumba bisa melihat dengan suara, seperti manusia memakai USG untuk melihat embrio dalam kandungan. CymaScope memberi peluang untuk mengetahui apa yang dilihat lumba-lumba lewat suara." 

KERUSAKAN TERUMBU KARANG SUMBAR - LUAR BIASA


Kerusakan terumbu karang parah di kawasan pesisir pantai Pulau Pagang yang terletak di Nagari Sungai Pinang, Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat.

Hal itu terpantau pada penyelaman yang dilakukan oleh tim survei lapangan identifikasi potensi dan pemetaan pulau-pulau kecil di Kabupaten Pesisir Selatan dan Pasaman Barat, Senin (4/7/2011). Koordinator tim tersebut, Harfiandri Damanhuri dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Bung Hatta, Padang, mengatakan, kondisi terumbu karang di kawasan itu dalam keadaan jelek.

"Karena tutupan terumbu karang kurang dari 25 persen," kata Harfiandri.

Penyelaman dilakukan ahli terumbu karang Samsuardi dan ahli perikanan Yasser Arafat pada empat titik di sisi selatan, barat, utara, dan timur pulau tersebut. Pada sisi selatan, utara, dan timur pulau itu tutupan terumbu karang yang ditemui kurang dari 10 persen.

"Kejutan terjadi pada penyelaman yang dilakukan di sisi barat. Saya tidak menyangka di sisi barat ini banyak ditemukan terumbu karang hidup, tutupannya antara 25 persen hingga 30 persen," kata Samsuardi.

Ia mengatakan, hal itu kemungkinan disebabkan sedimentasi tidak sampai terjadi karena keburu diempas arus. Relatif kuatnya arus di bagian itu juga membuat terumbu karang yang terbentuk menjadi kuat karena tidak berdiri di atas substrat pasir.

Sementara menurut Yasser, jenis ikan yang terdapat di kawasan itu lebih banyak diketahui berasal dari kelompok mayor yang di dalamnya terdapat beragam jenis ikan hias. "Ikan indikator yang berkaitan erat dengan keberadaan terumbu karang dan ikan target yang bernilai ekonomis sedikit sekali ditemukan," katanya.

Salah seorang penduduk di Pulau Pagang, Polin Pasaribu (54), mengatakan bahwa kerusakan terumbu karang disebabkan perilaku menangkap ikan sebagian nelayan. Ia mengatakan, para nelayan menangkap ikan teri dengan menggunakan jangkar di haluan dan buritan kapal yang ditegangkan.

"Jika arus kuat dan jangkar itu lepas, karang yang menjadi dudukannya juga ikut hancur," kata Polin. Ia mengatakan, hal itu terjadi berulang-ulang pada semua bagian pulau.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sumatera Barat Yosmeri pada hari yang sama mengatakan, hingga sejauh ini pihaknya memang belum memiliki rencana untuk merevitalisasi terumbu karang di kawasan itu. "Untuk program khusus belum ada. Sebab, program terumbu karang hanya di Kepulauan Mentawai," katanya.




LAUT UNTUK KEHIDUPAN





Laut memiliki peranan yang sangat penting dalam mengontrol iklim di Bumi dengan memindahkan panas dari daerah ekuator menuju ke kutub. Tanpa peranan laut, maka hampir keseluruhan planet Bumi akan menjadi terlalu dingin bagi manusia untuk hidup. Laut juga merupakan sumber makanan, energi (baik yang terbarukan maupun yang tak terbarukan), dan obat-obatan. Daerah pantai juga merupakan daerah yang sangat besar peranannya bagi kehidupan manusia. Hampir 60% penduduk Bumi tinggal di daerah sekitar pantai.

Seperti kita ketahui, lebih dari 70% bagian dari planet Bumi ditutupi oleh air (dimana sebagian besarnya adalah lautan). Air laut bergerak secara terus-menerus mengelilingi Bumi dalam suatu sabuk aliran yang sangat besar yang biasa disebut sebagai global conveyor belt, bergerak dari permukaan ke dalam samudera dan kembali lagi ke permukaan. Angin, salinitas dan temperatur air laut mengontrol sabuk aliran global ini. Sabuk aliran inilah yang berperan memindahkan energi panas yang dipancarkan oleh Matahari ke Bumi. Pergerakan air laut mengelilingi Bumi dalam suatu sabuk aliran global memerlukan waktu yang sangat lama yaitu sekitar 1000 tahun. Pergerakan ini dapat dibagi ke dalam dua bagian yaitu:
  1. sirkulasi yang dibangkitkan oleh perbedaan densitas air laut, dimana densitas air laut bergantung pada harga temperatur dan salinitasnya. Sirkulasi ini biasa disebut sebagai sirkulasi termohalin (dari kata thermo yang berarti energi panas dan haline yang berarti garam).
  2. sirkulasi yang dibangkitkan oleh angin permukaan yang mengakibatkan adanya arus permukaan laut. Salah satu contoh dari arus yang dibangkitkan oleh angin adalah arus Gulf Stream.
Lautan juga berperan menangkap karbon dioksida (CO2) dari atmosfer dalam jumlah yang sangat besar. Sekitar seperempat CO2 yang dihasilkan oleh manusia dari hasil pembakaran bahan bakar fosil diserap dan disimpan di lautan. Di beberapa bagian laut, CO2 dapat tersimpan hingga berabad-abad lamanya dan berperan sangat besar dalam mengurangi pemanasan global.

PULAU SAUGI


Photo Pribadi : Tim Edukasi COREMAP II - LIPI (M. Abrar, M. Si dan Ranthi Bariel Putri, S. Si)

Menuju Pulau Saugi, ... Perjalanan ini bukanlah sebuah wisata yang sifatnya refreshing atau berlibur semata lho!. Saya menuju ke pulau saugi ini adalah dalam rangka perjalanan dinas, yaitu program monitoring dan evaluasi (monev) perkembangan pendidikan kelautan di wilayah Pangkajene Kepulauan atau dikenal juga dengan sebutan Pangkep. Pangkep ini adalah salah satu wilayah kabupaten di Propinsi Sulawesi Selatan.

Awal kisah perjalanan saya ini, adalah pada saat saya menikmati pemandangan yang masih asri di sepanjang perjalanan menuju kabupaten ini. Hampir tidak ada polusi udara akut yang menghampiri daerah ini, cuman sedikit kabut tanah karena ada perbaikan jalan disana. Bagi saya pemandangan yang cukup lama tidak saya nikmati ini membuat saya sangat terpesona dengan kemewahan alam disana. Persawahannya, Pegunangannya dan pesona Lautnya terutama, ... Selain itu juga terlihat rumah adat khas wilayahnya yang rata-rata dimiliki setiap keluarga disana. Kemudian bangunan mesjid, atau rumah ibadah muslim juga dibangun dengan jarak yang cukup dekat-dekat pembangunannya ... Hmmmm benar-benar suasana islaminya sangat tercium disini! ^_^

Perjalanan ini kemudian memberikan bonus lagi bagi mata dan jiwa saya, yaitu ketika saya berkunjung ke pulau saugi. Sebuah pulau kecil yang saya tidak tahu persis jumlah penduduknya berapa, tapi disana ada terdapat 1 SD yang siswa dapat dihitung dengan jari (sekolah ini yang saya kunjungi untuk monev). Melalui kunjungan saya tersebut, saya bertemu dengan siswa kelas 3, 4 dan 5 yang hanya berjumlah 5 - 6 orang perkelasnya. Awalnya saya heran, namun menurut guru yang mengajar, di daerah ini sudah terealisasi dengan baik program Keluarga Berencana (KB) , sehingga memang jumlah anak usia SD memang segitu adanya. Perhatian saya kembali tertarik dengan kemampuan intelkektual siswanya yang juga cukup baik, terutama pengetahuan mereka mengenai kelautan (mereka sangat kaya pengetahuan tentang laut dan potensinya).

Kembali ke alam pulau saugi ini, saya perhatikan lautnya begitu jernih dan murni yang tergambar dari kondisi lautnya yang hampir tidak terrusak oleh banyak tangan. Di dalam hati, saya memperkirakan pasti begitu banyak, keanekaragaman hayati dibawah lautannya ini ... Masyarakat di pulau saugi ini memang pada umumnya mencari nafkah dengan melaut. Pernah saya membaca dari sebuah postingan blog mahasiswa UNHAS bahwa "... Lokasi-lokasi dimana nelayan pemancing ikan hidup (jenis Sunu, Kerapu, Napoleon) beroperasi adalah di sekitar perairan pulau Saugi dan perairan pulau-pulau sekitar pulau Saugi. Karena Lokasi tersebut merupakan daerah karang, yang oleh nelayan disebut dengan Taka. Taka ini yang dijadikan lokasi penangkapan ikan hidup ( seperti, jenis Sunu, Kerapu, Napoleon)...".

Bagitu kira-kira sekilas kisah saya tentang Pulau Saugi yang indah dan jernih ini. Saya memang memiliki keterbatasan dalam menjabarkan lebih jauh tentang keindahan pulau saugi ini. Oleh karena itu saya mengajak para sahabat pencinta alam (khususnya laut) untuk melihat langsung kesana, apalagi dari Bandara Hasanuddin menuju Kab. Pangkep ini, hanya memakan waktu kurang lebih 45 menit, sedangkan menuju pulau sauginya hanya kira-kira 15 menit dengan menggunakan kapal nelayan. Harga sewa kapal pun relatif murah, yaitu Rp. 100.000,- untuk penyeberangan pulau saugi bolak-balik. Bagaimana sahabat,... tertarikkah!? Saya yakin sahabat tidak akan rugi :) (heee ... heee) ^_^ Salam Lestari!!!

(putri bariel - untuk perjalanan ke Sulawesi Selatan yang tak terlupakan)

PULAU GUSUNG



Kabupaten Kepulauan Selayar merupakan salah satu Kabupaten di antara 24 Kabupaten/Kota di Propinsi Sulawesi Selatan yang letaknya di ujung selatan dan memanjang dari Utara ke Selatan. Daerah ini memiliki kekhususan, yakni satu-satunya Kabupaten di Sulawesi Selatan yang seluruh wilayahnya terpisah dari daratan Sulawesi Selatan dan lebih dari itu wilayah Kabupaten Kepulauan Selayar terdiri dari gugusan beberapa pulau sehingga merupakan wilayah kepulauan.

Gugusan pulau-pulau yang berjumlah 123 buah baik pulau-pulau besar maupun pulau-pulau kecil yang membentang dari Utara ke Selatan. Luas wilayah Kabupaten Selayar tercatat 1.188,28 km persegi, wilayah daratan (5,23%) dan 21.138,41 km² (94,68%) wilayah lautan yang diukur 4 (empat) mil keluar pada saat air surut terhadap pulau-pulau terluar.


Banyak sekali pulau-pulau eksotis dengan kondisi pantai yang masih sangat baik disana, salah satunya pantai di pulau Gusung. Pulau Gusung merupakan pulau yang termasuk wilayah Kota Benteng 3 mil atau 5,5 km dari sebelah utara dan masih termasuk dari kelurahan guntung Benteng utara .pulau yang luasnya 1 hektar ada 60 KK atau 227 jiwa.Mata pencahariannya mayoritas nelayan dan juga berdagang,di gusung ada 115 anak usia sekolah.umumnya bersekolah di SDN 011 didalam pulau dan juga ada yang berekolah di SDN 007 Guntung.

Untuk SMP dan SMU kebanyakan bersekolah di Kelurahan Tanjung laut dan Loktuan mereka bersekolah menyebrangi lautan dengan menggunakan kapal kecil atau disebut perahu ketinting,apabila air laut surut maka mereka bersekolah menuju Guntung berjalan kaki melauli rawa-rawa hutan bakau.oleh sebab itu rencananya pemerintah Kota Benteng akan memberikan bantuan berupa perahu ketinting yang baru untuk dipergunakan oleh anak-anak yang akan bersekolah.semoga bantuan pemerintah tersebut terlaksana dan akan mencetak putra putri bangsa indonesia seperti di Film Laskar pelangi.








PANTAI PA'BA'DILANG



Kabupaten Kepulauan Selayar
(dahulu Kabupaten Selayar) adalah sebuah kabupaten di Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Ibu kota kabupaten ini terletak di Kota Benteng. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 903,35 km² dan berpenduduk sebanyak kurang lebih 100.000 jiwa. Kabupaten Kepulauan Selayar merupakan suatu kabupaten yang mempunyai beberapa kecamatan yang dipisahkan oleh lautan.

Kabupaten Kepulauan Selayar merupakan salah satu Kabupaten di antara 24 Kabupaten/Kota di Propinsi Sulawesi Selatan yang letaknya di ujung selatan dan memanjang dari Utara ke Selatan. Daerah ini memiliki kekhususan, yakni satu-satunya Kabupaten di Sulawesi Selatan yang seluruh wilayahnya terpisah dari daratan Sulawesi Selatan dan lebih dari itu wilayah Kabupaten Kepulauan Selayar terdiri dari gugusan beberapa pulau sehingga merupakan wilayah kepulauan.

Gugusan pulau-pulau yang berjumlah 123 buah baik pulau-pulau besar maupun pulau-pulau kecil yang membentang dari Utara ke Selatan. Luas wilayah Kabupaten Selayar tercatat 1.188,28 km persegi, wilayah daratan (5,23%) dan 21.138,41 km² (94,68%) wilayah lautan yang diukur 4 (empat) mil keluar pada saat air surut terhadap pulau-pulau terluar.


Salah satu pantai yang memiliki eksotis tersendiri adalah pantai pa'ba'dolang, dimana Pantai Pa'ba'dilang ini merupakan salah satu potensi wisata bahari andalan Bumi Tanadoang yang terletak di penghujung utara Ibukota Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi-Selatan. Meski tergolong jauh dari pusat ibukota kabupaten. Akan tetapi, hampir pada setiap pekannya pantai berpasir putih ini dipadati pengunjung yang datang untuk sekedar berjemur melepas kepenatan.

PANTAI PADANG



Kota Padang, berada di provinsi Sumatera Barat. Nggak tahu kenapa, Kota ini sekarang masih termasuk Kota favorit kedua saya setelah Kota Bukittinggi, terutama yang masih di daerah Sumatera Barat lho. Berhubung pembicaraannya lagi fokus tentang Kota padang, saya akan coba menggambarkan keadaan secara umumnya saja tentang Kota Padang.
Sebelumnya, saya yakin bahwa kamu sudah tidak asing lagi dengan Kota Padang. Tapi bagi yang kamu yang belum tahu nih.., Kota Padang itu sebuah Kota yang memiliki iklim yang cukup panas. Keunikan dari Kota Padang menurut saya adalah terletak di kebudayaannya, serta pemandangan yang nggak bikin bosan. Meskipun lokasi mayoritasnya (di Kota Padang ini) adalah pantai, tapi buat kamu yang paling suka dengan suasan alami atau suka banget sama pantai, Kota ini bisa menjadi salah satu target kamu juga lho.. (promosi nih..)

Memang sih, kehidupan di Kota ini jauh berbeda jika di bandingkan dengan kota-kota besar lainnya. Tapi, terkadang ada juga orang-orang yang justru karena hal itu malah berkunjung ke Kota ini. Kenapa kok gitu? Ya mungkin alasan utamanya adalah untuk mendapatkan suasana yang tenang dan berbeda.
arena mayoritas berada di sepanjang pantai, salah satu lokasi yang menarik di Kota ini adalah Pantai Padang. Pantai Padang merupakan salah satu pantai yang cukup ramai di kunjungi oleh orang sini juga, alasannya adalah karena Pantai Padang merupakan pantai yang lokasinya tidak jauh dari pusat kota. Sekedar jalan-jalan santai atau nongkrong bareng keluarga/teman-teman, kalau kamu mampir ke Kota Padang jangan lupa untuk singgah di Pantai Padang. Suasana sore menjelang malam adalah suasana paling pas buat mengucapkan, “See you tomorrow” pada senja yang perlahan menghilang. Efek gradasi dari sunset di pantai ini bisa
mengundang imajinasi kamu, atau minimal menyegarkan fikiran buat kamu yang lagi boring. Tapi kalau kamu mau sekalian mencoba aktivitas lain, seperti memancing misalnya, disini kamu tidak akan kesulitan untuk menemukan lokasi untuk memancing.

TELUR TERLARANG DI KOTA PADANG



Ratusan ekor tukik penyu sisik (Eretmochelys imbricatal) siap lepas di pusat pelestarian penyu sisik, Taman Nasional Kepulauan Seribu di Pulau Pramuka, Jakarta, Selasa (20/4). Lebih dari 700 telur penyu sisik berhasil menetas dan siap untuk dilepasliarkan ke laut.

Perdagangan telur penyu di Kota Padang, Sumatera Barat, sudah sampai pada taraf mengkhawatirkan. Berdasarkan Pusat Data dan Informasi Penyu Sumatera Barat, Universitas Bung Hatta, Padang, transaksi perdagangannya merupakan yang terbesar di Indonesia.

Tidak kurang 22.000 butir telur penyu bisa diperjualbelikan hanya dalam waktu 11 pekan. Tempat terbuka, seperti warung-warung di kawasan wisata Pantai Padang, menjadi lokasi perdagangan yang aman dari jamahan hukum.

Sekalipun penyu termasuk hewan terancam yang dilindungi berdasarkan Convention and International Trade In Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES) appendix I , perdagangannya terus dilakukan terang-terangan, bahkan masuk dalam salah satu program unggulan pariwisata.

Pada Selasa (17/5/2011) siang itu, seorang remaja putri berusia 12 tahun menjaga warung makanan dan minuman ringan milik orangtuanya. Sebut saja namanya Putri, yang tidak memahami bahwa salah satu barang dagangan milik orangtuanya adalah telur-telur penyu yang sesungguhnya dilarang diperjualbelikan.

Siang itu, bersama sejumlah bocah cilik, Putri menunggui warung tersebut. Tangan mungilnya mengaduk-aduk baskom berpasir berisikan telur-telur penyu yang baru datang dari pengepul.

"Direbus, Bang?" tanya Putri kepada calon pembelinya. Tak lama tiga butir telur penyu sisik sebesar bola pingpong sudah berpindah ke dalam panci berisi air menggelegak oleh panas kompor minyak tanah.

Sekitar lima menit kemudian, telur-telur tadi dimasukkan dalam plastik mungil. Suwiran kecil-kecil daun seledri dimasukkan dalam wadah itu untuk menghilangkan bau amis.

Dengan cekatan dibungkusnya plastik kecil tadi, lalu tiga butir telur penyu sisik tadi pun berpindah tangan.

Putri fasih bercerita bahwa telur-telur penyu yang dijual berasal dari Kabupaten Pesisir Selatan dan Kepulauan Mentawai. Untuk telur penyu sisik ditawarkan Rp 5.000 per butir dan Rp 6.000 per butir untuk telur penyu hijau.

Sudah sepuluh tahun terakhir orangtua Putri berjualan di kawasan wisata itu. Tidak kurang 100 butir telur penyu bisa dijual pada hari Minggu atau libur.

Pada hari-hari biasa antara 30 dan 50 butir telur penyu bisa dijual. Ada margin keuntungan hingga Rp 1.000 per butir telur yang bisa ditangguk pedagang seperti orangtua Putri.

Di sepanjang Jalan Muara yang berbatasan dengan Pantai Padang , tempat Putri menjaga warung milik orangtuanya, ada sejumlah pedagang lain yang menjajakan telur penyu. Nyaris semuanya adalah pedagang minuman dan makanan ringan dalam gerobak kayu beratap.

Jumlah pedagang telur penyu disinyalir juga makin banyak. Koordinator Pusat Data dan Informasi Penyu Sumatera Barat, Universitas Bung Hatta, Padang, Harfiandri Damanhuri MSc, mengatakan, pada tahun 2004 baru tercatat 18 pedagang.

Jumlah itu meningkat menjadi 22 pedagang tahun 2008 dan 26 pedagang pada 2011. Rata-rata setiap pedagang menjual 77,8 butir telur penyu per hari.

Jumlah itu, katanya, tidak sebanding dengan upaya konservasi berupa penetasan telur penyu yang dilakukan pemerintah selama ini di dua lokasi. Masing-masing di Pantai Mangguang, Kawasan Konservasi Laut Daerah (KKLD) Pusat Penangkaran Penyu, Desa Apar, Kecamatan Pariaman Utara, Kota Pariaman, dan di (KKLD) Pulau Karabak, Kabupaten Pesisir Selatan.

Harfiandri mengatakan, mereka hanya berhasil menetaskan 383,84 telur penyu per bulan di KKLD Kota Pariaman dan 393,66 telur penyu per bulan di KKLD Kabupaten Pesisir Selatan. Padahal, eksploitasi pada tahun 2000 saja sudah mencapai 318,34 butir telur per hari, katanya.

Adapun jenis telur penyu yang diperdagangkan terbagi dalam empat jenis, yakni telur penyu penyu sisik (Eretmochelys imbricata), penyu hijau (Chelonia mydas), penyu lekang (Lepidochelys olivacea), dan penyu belimbing (Dermochelys coriacea).

Membedakan keempat jenis telur penyu dengan cangkang yang relatif lunak itu relatif mudah. Telur penyu sisik dan lekang besarnya seperti bola pingpong. Adapun telur penyu hijau menyerupai besar telur ayam dengan bentuk lebih bulat. Sementara telur penyu belimbing diameternya serupa dengan bola tenis.

Karena itulah, telur penyu belimbing realtif lebih mahal. Bisa mencapai Rp 10.000 per butir. Penyu belimbing juga termasuk spesies yang paling terancam, kata Harfiandri.

Ia mengatakan, berdasarkan siklus empat tahunan hingga lima tahunan bertelurnya penyu belimbing, telur jenis penyu itu terakhir kali ditemukan tahun 2010. Sebelumnya pada 2005 dan 2001 telur penyu belimbing juga ditemukan di sejumlah pedagang.

Pembiaran

Menurut Harfiandri, hingga kini relatif tidak banyak yang dilakukan pemerintah untuk mengatasi hal itu. Bahkan, katanya, telur penyu juga sudah mulai diperjualbelikan di pasar tradisional.

Ini dikarenakan tidak adanya fasilitas penangkaran penyu di Kota Padang. Padahal, kata Harfiandri, penyu juga diketahui suka bertelur di beberapa lokasi di wilayah pantai Kota Padang.

Erlinda Cahya Kartika yang mewakili bagian Konservasi dan Keanekaragaman Hayati di Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar mengatakan, saat ini sudah dilakukan penyusunan rencana aksi. Namun, tim untuk melaksanakan rencana aksi yang direncanakan terdiri atas BKSDA Sumbar, kalangan akademisi, Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbar, serta pemerintah setempat itu belum juga dibentuk.

Hal itu ditambah dengan belum padunya visi pelestarian dengan pariwisata di Kota Padang. Bahkan, dalam brosur wisata, pengalaman makan telur penyu di kawasan pantai ini juga dipromosikan, kata Harfiandri.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Padang Edi Hasymi pada Rabu (18/5/2011) mengatakan, hingga sejauh ini penjualan telur penyu di kawasan wisata Pantai Padang tetap menjadi salah satu andalan. "Kami sedang buat masterplan untuk tahun 2011 ini guna pembenahannya karena selama ini, kan, masih tradisional. Soalnya telur penyu itu ada pasarnya sendiri, ada yang memang senang dengan telur penyu," katanya.

Ia mengatakan, sekalipun memang terdapat kontroversi soal konservasi dan pemanfaatannya untuk industri pariwisata, telur-telur penyu itu dianggap masih dalam batasan yang aman untuk diperjualbelikan. Edi mengatakan, sekalipun banyak telur penyu yang dijual, upaya penangkaran juga dilakukan.

"Telur penyu adalah potensi wisata, tetap harus kita jual," kata Edi.

INDONESIA TRAVEL FUN BIROE

WELCOME BIROE

Welcome Myspace Comments

FORUM DISKUSI CINTA LAUT

FORUM DISKUSI CINTA LAUT
Forkom Matabuka 2011

LOMBA BLOG - BLOGGER MUDA BIROE

Forkom Matabuka 2010

GEO BIROE

ENTRI POPULER BIROE

FOLLOWERS BIROE

SEA BIROE

Animated Pictures Myspace Comments