PROFIL BIROE

Foto saya
Jakarta, DKI Jakarta, Indonesia
Memiliki attitude negatif akan selalu membuat kita berpikir, "I can't do it" Sedangkan dengan attitude positif cenderung membuat kita berpikir, “I'm sure, I can do it” ...

KOMUNITAS BIROE

TRANSLATE BIROE

English French German Spain

Italian Dutch Russian Brazil

Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Translate Widget by Google

VALUATION BIROE

BUKU TAMU BIROE

Salam kenal, jangan lupa tinggalkan pesan dan kesan ya!

WAKTU BIROE

REPUBLIK BIROE

Indonesian Freebie Web and Graphic Designer Resources

GUIDE BIROE

Bloggers' Rights at EFF

STATISTIK TAYANGAN BIROE

KERUSAKAN TERUMBU KARANG SUMBAR - LUAR BIASA


Kerusakan terumbu karang parah di kawasan pesisir pantai Pulau Pagang yang terletak di Nagari Sungai Pinang, Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat.

Hal itu terpantau pada penyelaman yang dilakukan oleh tim survei lapangan identifikasi potensi dan pemetaan pulau-pulau kecil di Kabupaten Pesisir Selatan dan Pasaman Barat, Senin (4/7/2011). Koordinator tim tersebut, Harfiandri Damanhuri dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Bung Hatta, Padang, mengatakan, kondisi terumbu karang di kawasan itu dalam keadaan jelek.

"Karena tutupan terumbu karang kurang dari 25 persen," kata Harfiandri.

Penyelaman dilakukan ahli terumbu karang Samsuardi dan ahli perikanan Yasser Arafat pada empat titik di sisi selatan, barat, utara, dan timur pulau tersebut. Pada sisi selatan, utara, dan timur pulau itu tutupan terumbu karang yang ditemui kurang dari 10 persen.

"Kejutan terjadi pada penyelaman yang dilakukan di sisi barat. Saya tidak menyangka di sisi barat ini banyak ditemukan terumbu karang hidup, tutupannya antara 25 persen hingga 30 persen," kata Samsuardi.

Ia mengatakan, hal itu kemungkinan disebabkan sedimentasi tidak sampai terjadi karena keburu diempas arus. Relatif kuatnya arus di bagian itu juga membuat terumbu karang yang terbentuk menjadi kuat karena tidak berdiri di atas substrat pasir.

Sementara menurut Yasser, jenis ikan yang terdapat di kawasan itu lebih banyak diketahui berasal dari kelompok mayor yang di dalamnya terdapat beragam jenis ikan hias. "Ikan indikator yang berkaitan erat dengan keberadaan terumbu karang dan ikan target yang bernilai ekonomis sedikit sekali ditemukan," katanya.

Salah seorang penduduk di Pulau Pagang, Polin Pasaribu (54), mengatakan bahwa kerusakan terumbu karang disebabkan perilaku menangkap ikan sebagian nelayan. Ia mengatakan, para nelayan menangkap ikan teri dengan menggunakan jangkar di haluan dan buritan kapal yang ditegangkan.

"Jika arus kuat dan jangkar itu lepas, karang yang menjadi dudukannya juga ikut hancur," kata Polin. Ia mengatakan, hal itu terjadi berulang-ulang pada semua bagian pulau.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sumatera Barat Yosmeri pada hari yang sama mengatakan, hingga sejauh ini pihaknya memang belum memiliki rencana untuk merevitalisasi terumbu karang di kawasan itu. "Untuk program khusus belum ada. Sebab, program terumbu karang hanya di Kepulauan Mentawai," katanya.




LAUT UNTUK KEHIDUPAN





Laut memiliki peranan yang sangat penting dalam mengontrol iklim di Bumi dengan memindahkan panas dari daerah ekuator menuju ke kutub. Tanpa peranan laut, maka hampir keseluruhan planet Bumi akan menjadi terlalu dingin bagi manusia untuk hidup. Laut juga merupakan sumber makanan, energi (baik yang terbarukan maupun yang tak terbarukan), dan obat-obatan. Daerah pantai juga merupakan daerah yang sangat besar peranannya bagi kehidupan manusia. Hampir 60% penduduk Bumi tinggal di daerah sekitar pantai.

Seperti kita ketahui, lebih dari 70% bagian dari planet Bumi ditutupi oleh air (dimana sebagian besarnya adalah lautan). Air laut bergerak secara terus-menerus mengelilingi Bumi dalam suatu sabuk aliran yang sangat besar yang biasa disebut sebagai global conveyor belt, bergerak dari permukaan ke dalam samudera dan kembali lagi ke permukaan. Angin, salinitas dan temperatur air laut mengontrol sabuk aliran global ini. Sabuk aliran inilah yang berperan memindahkan energi panas yang dipancarkan oleh Matahari ke Bumi. Pergerakan air laut mengelilingi Bumi dalam suatu sabuk aliran global memerlukan waktu yang sangat lama yaitu sekitar 1000 tahun. Pergerakan ini dapat dibagi ke dalam dua bagian yaitu:
  1. sirkulasi yang dibangkitkan oleh perbedaan densitas air laut, dimana densitas air laut bergantung pada harga temperatur dan salinitasnya. Sirkulasi ini biasa disebut sebagai sirkulasi termohalin (dari kata thermo yang berarti energi panas dan haline yang berarti garam).
  2. sirkulasi yang dibangkitkan oleh angin permukaan yang mengakibatkan adanya arus permukaan laut. Salah satu contoh dari arus yang dibangkitkan oleh angin adalah arus Gulf Stream.
Lautan juga berperan menangkap karbon dioksida (CO2) dari atmosfer dalam jumlah yang sangat besar. Sekitar seperempat CO2 yang dihasilkan oleh manusia dari hasil pembakaran bahan bakar fosil diserap dan disimpan di lautan. Di beberapa bagian laut, CO2 dapat tersimpan hingga berabad-abad lamanya dan berperan sangat besar dalam mengurangi pemanasan global.

INDONESIA TRAVEL FUN BIROE

WELCOME BIROE

Welcome Myspace Comments

FORUM DISKUSI CINTA LAUT

FORUM DISKUSI CINTA LAUT
Forkom Matabuka 2011

LOMBA BLOG - BLOGGER MUDA BIROE

Forkom Matabuka 2010

GEO BIROE

ENTRI POPULER BIROE

FOLLOWERS BIROE

SEA BIROE

Animated Pictures Myspace Comments