PROFIL BIROE

Foto saya
Jakarta, DKI Jakarta, Indonesia
Memiliki attitude negatif akan selalu membuat kita berpikir, "I can't do it" Sedangkan dengan attitude positif cenderung membuat kita berpikir, “I'm sure, I can do it” ...

KOMUNITAS BIROE

TRANSLATE BIROE

English French German Spain

Italian Dutch Russian Brazil

Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Translate Widget by Google

VALUATION BIROE

BUKU TAMU BIROE

Salam kenal, jangan lupa tinggalkan pesan dan kesan ya!

WAKTU BIROE

REPUBLIK BIROE

Indonesian Freebie Web and Graphic Designer Resources

GUIDE BIROE

Bloggers' Rights at EFF

STATISTIK TAYANGAN BIROE

APA ITU TSUNAMI ... !?


Tsunami (bahasa Jepang: 津波; tsu = pelabuhan, nami = gelombang, secara harafiah berarti "ombak besar di pelabuhan") adalah perpindahan badan air yang disebabkan oleh perubahan permukaan laut secara vertikal dengan tiba-tiba. Perubahan permukaan laut tersebut bisa disebabkan oleh gempa bumi yang berpusat di bawah laut, letusan gunung berapi bawah laut, longsor bawah laut, atau atau hantaman meteor di laut. Gelombang tsunami dapat merambat ke segala arah. Tenaga yang dikandung dalam gelombang tsunami adalah tetap terhadap fungsi ketinggian dan kelajuannya. Di laut dalam, gelombang tsunami dapat merambat dengan kecepatan 500-1000 km per jam. Setara dengan kecepatan pesawat terbang. Ketinggian gelombang di laut dalam hanya sekitar 1 meter. Dengan demikian, laju gelombang tidak terasa oleh kapal yang sedang berada di tengah laut. Ketika mendekati pantai, kecepatan gelombang tsunami menurun hingga sekitar 30 km per jam, namun ketinggiannya sudah meningkat hingga mencapai puluhan meter. Hantaman gelombang Tsunami bisa masuk hingga puluhan kilometer dari bibir pantai. Kerusakan dan korban jiwa yang terjadi karena Tsunami bisa diakibatkan karena hantaman air maupun material yang terbawa oleh aliran gelombang tsunami.

Dampak negatif yang diakibatkan tsunami adalah merusak apa saja yang dilaluinya. Bangunan, tumbuh-tumbuhan, dan mengakibatkan korban jiwa manusia serta menyebabkan genangan, pencemaran air asin lahan pertanian, tanah, dan air bersih.

Sejarawan Yunani bernama Thucydides merupakan orang pertama yang mengaitkan tsunami dengan gempa bawah laut. Namun hingga abad ke-20, pengetahuan mengenai penyebab tsunami masih sangat minim. Penelitian masih terus dilakukan untuk memahami penyebab tsunami.
Teks-teks geologi, geografi, dan oseanografi pada masa lalu menyebut tsunami sebagai "gelombang laut seismik".

Beberapa kondisi meteorologis, seperti badai tropis, dapat menyebabkan gelombang badai yang disebut sebagai meteor tsunami yang ketinggiannya beberapa meter di atas gelombang laut normal. Ketika badai ini mencapai daratan, bentuknya bisa menyerupai tsunami, meski sebenarnya bukan tsunami. Gelombangnya bisa menggenangi daratan. Gelombang badai ini pernah menggenangi Burma (Myanmar) pada Mei 2008.

Wilayah di sekeliling Samudra Pasifik memiliki Pacific Tsunami Warning Centre (PTWC) yang mengeluarkan peringatan jika terdapat ancaman tsunami pada wilayah ini. Wilayah di sekeliling Samudera Hindia sedang membangun Indian Ocean Tsunami Warning System (IOTWS) yang akan berpusat di Indonesia.

Bukti-bukti historis menunjukkan bahwa megatsunami mungkin saja terjadi, yang menyebabkan beberapa pulau dapat tenggelam.

2011 TERMASUK TAHUN TERPANAS


Tahun 2011 berada di urutan ke-9 daftar tahun terpanas sejak 1880. Temperatur permukaan global 0,52 derajat Celsius lebih tinggi dari temperatur dasar pada pertengahan abad 20. Demikian pernyataan Goddard Institute for Space Studies NASA, Kamis (19/1/2012) seperti dikutip Reuters.


Sebelas tahun awal pada abad 21 (terhitung sejak tahun 2000) lebih panas dari pertengahan dan akhir abad 20. Satu-satunya tahun di abad 20 yang masuk terpanas adalah 1998.

Temperatur yang panas, kata James Hansen dari NASA, terjadi bahwa ketika La Nina mempengaruhi iklim Bumi dan aktivitas Matahari tergolong rendah.

James mengungkapkan bahwa tingginya temperatur jelas disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas rumah kaca, terutama karbon dioksida. Konsentrasi karbon dioksida saat ini adalah 390 ppm. Sementara pada tahun 1880 hanya 285 ppm dan tahun 1960 sebesar 315 ppm. 

TANAM TERUMBU KARANG CINTA SERIBU IKAN

Banyak cara mengekspresikan hari berkasih sayang atau Valentine Day. Seperti dilakukan unit kerja mahasiswa (UKM) Diving Engginering Institut Teknologi (ITP) Padang dan UKM Diving Proklamator Universitas Bung Hatta (UBH). Mereka bukannya berkasih sayang dengan orang tersayang, tapi malah menanam terumbu karang cinta untuk seribu ikan, di Taman Nirwana Padang, Minggu (12/2). Bagaimana cerita?

Sebenarnya aksi penanaman ini bukanlah kali pertama mereka lakukan, tapi sudah rutin dilaksanakan. Namun, mereka menyebut aksi penanaman di Pantai Taman Nirwana ini terbilang spesial seiring gebyar Valentine Day. ”Di pantai Taman Nirwana sendiri sudah ada sekitar 500 bibit ditanam dan di Pulau Pasumpahan sudah lebih dari 5000-an bibit, dan sekali tiga bulan dilakukan monitoring,” tambah Yuni.

Aksi penanaman karang tersebut menggunanakan metode transplantasi, yakni upaya pencangkokan atau pemotongan karang hidup untuk ditanam di tempat lain atau karangnya telah rusak. Saat ini transplantasi karang juga telah dikembangkan lebih jauh untuk mendukung pemanfaatan yang berkelanjutan.
Bentuk pemanfaatan transplantasi karang atara lain mengembalikan fungsi ekosistem karang yang rusa,k sehingga dapat mendukung ketersediaan jumlah populasi ikan karang di alam. Transplantasi karang juga dirnanfaatkan untuk membuat lokasi penyelaman (dive spot) menjadi lebih indah dan menarik sehingga dapat mendorong kenaikan jumlah wisatawan. Selain itu transplantasi karang juga dirnanfaatkan untuk memperbanyak jumlah indukan dan anakan karang yang laku dipasarkan sehingga dapat mendukung perdagangan karang hias, sesuai peraturan yang berlaku.

Menurutnya lagi  transplantasi dilakukan dengan menempuh beberapa tahap diantaranya persiapan, pelaksanaan dan monitoring kegiatan. Pada tahap persiapan, dilakukan pembuatan substrat transplantasi yang terdiri dari adonan semen, batu dan pasir (cor) yang dicetak pada cetakan yang terbuat dari pipa paralon yang berdiameter 8 dan 5 inci kemudian memberi label (tagging) pada substrat tersebut untuk memudahkan pemantauan.

”Kali ini subtrat, meja dan labelnya sengaja kami beri warna serba ’pink’, karena bulan Februari bagi sebagian muda mudi identik dengan warna pink, dan  aksi tersebut salah satu bagian dari kampanye akan pentingnya terumbu karang bagi kehidupan ikan-ikan di laut,” imbuh Yuni.
 

INDONESIA TRAVEL FUN BIROE

WELCOME BIROE

Welcome Myspace Comments

FORUM DISKUSI CINTA LAUT

FORUM DISKUSI CINTA LAUT
Forkom Matabuka 2011

LOMBA BLOG - BLOGGER MUDA BIROE

Forkom Matabuka 2010

GEO BIROE

ENTRI POPULER BIROE

FOLLOWERS BIROE

SEA BIROE

Animated Pictures Myspace Comments