PROFIL BIROE

Foto saya
Jakarta, DKI Jakarta, Indonesia
Memiliki attitude negatif akan selalu membuat kita berpikir, "I can't do it" Sedangkan dengan attitude positif cenderung membuat kita berpikir, “I'm sure, I can do it” ...

KOMUNITAS BIROE

TRANSLATE BIROE

English French German Spain

Italian Dutch Russian Brazil

Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Translate Widget by Google

VALUATION BIROE

BUKU TAMU BIROE

Salam kenal, jangan lupa tinggalkan pesan dan kesan ya!

WAKTU BIROE

REPUBLIK BIROE

Indonesian Freebie Web and Graphic Designer Resources

GUIDE BIROE

Bloggers' Rights at EFF

STATISTIK TAYANGAN BIROE

KARYA TERBAIK "LOMBA PENULISAN ARTIKEL" DALAM AJANG FORKOM MATABUKA AKAN DIJADIKAN SUMBER DALAM POSTINGAN BLOG


Coral Reef Rehabilitation and Management Program (COREMAP) - LIPI, melalui Bidang Pendidikan mengkampanyekan berbagai program ke masyarakat luas dalam membangun paradigma baru tentang upaya pelestarian terumbu karang. Salah satu upaya yang diselenggarakan adalah membangun jaringan komunikasi dalam bentuk Forum Komunikasi Masyarakat Pecinta Terumbu Karang (Forkom Matabuka). Komunikasi para komunitas yang terdiri dari siapapun dan kalangan manapun yang memiliki visi yang sama yaitu sebagai pelestari terumbu karang telah memanfaatkan berbagai media sosial salahsatunya webblog.

Pada tahun 2011, bersamaan dengan rangkaian kegiatan Kontes Inovator Muda (KIM) ke-6 dilaksanakanlah kegiatan 'Forum Diskusi dan Lomba Penulisan Artikel' yang bertemakan "Bahana Pena Maya Blogger Muda Dalam Melestarikan Terumbu Karang". Kegiatan ini melibatkan sekitar 250 peserta dari siswa/i SMA - sederajat dan mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi se-Jabodetabek.

Berkaitan dengan kegiatan Lomba Penulisan Artikel, didapatkan 3 Penulis Artikel Terbaik (hasil penilaian dewan juri) yang diumumkan pada acara puncak KIM 6, terdiri dari :
Juara 1 : atas nama Marcella perwakilan SMA K 7 Penabur, judul artikelnya"Tentang Dunia yang (Hampir) Hilang".
Juara 2 : atas nama Fifiani Lugito perwakilan SMA K Penabur Gading Serpong, dengan judul artikel "Melindungi yang Jauh Dimata, Dekat Dihati"
Juara 3 : atas nama Alivia Hadisisabella perwakilan SMK Negeri 8 Jakarta, judul artikel "Kawula Muda sebagai Ujung Tombak Pelestarian Terumbu Karang"

Setiap karya tulis pemenang dan beberapa karya yang dinilai baik oleh juri dan penyelenggara, akan ditayangkan secara bergilir pada webblog Forkom Matabuka (http://cintaterumbukarang.blogspot.com) dengan harapan melalui karya tulis para peserta ini dapat menyumbangkan ide dan pendapat kepada masyarakat Indonesia maupun Dunia untuk selalu peduli lingkungan khususnya lingkungan laut beserta biotanya, terutama terumbu karang. (SELAMATKAN TERUMBU KARANG, SEKARANG !! KALAU BUKAN SEKARANG, KAPAN LAGI !!, KALAU BUKAN KITA, SIAPA LAGI !!)

LEBIH DARI SEPARUH HUTAN MANGROVE RUSAK


Tujuh hutan mangrove Indonesia menjadi percontohan di ASEAN meskipun hampir setengah dari total luas kawasan ini dalam kondisi rusak. Tidak usah sulit mencari contohnya, karena pantai utara Jakarta sudah habis diubah menjadi lokasi perumahan elit.

"Lebih dari separuh hutan mangrove kita rusak, sisanya baik dan sedang. Meski demikian, 70 persen kerusakan itu di luar kawasan hutan dan hanya 28 persen terjadi di dalam kawasan hutan," kata Direktur Bina Rehabilitasi Hutan dan Lahan Ditjen BPDAS dan PS Kementerian Kehutanan, Billy Indra, di Jakarta, Selasa (20/12/2011).

Berdasarkan hasil survei kementerian itu pada 2006, Indonesia memiliki luasan hutan mangrove terbesar di Asia Tenggara, yaitu sebesar 7,7 juta hektare. Namun ketika kembali disurvei tahun lalu, hutan mangrove di Indonesia dalam keadaan baik hanya 3,6 juta hektar, sisanya dalam keadaan rusak dan sedang.

Kerusakan hutan mangrove ini, katanya, diakibatkan konversi hutan mangrove menjadi perkebunan, pertambakan, dan pembangunan ekonomis (rumah, sawah) dan penebangan serta bencana alam.
Padahal, menurut dia, nilai ekonomi yang dapat diperoleh dari pelestarian mangrove per hektar cukup tinggi. Jika semuanya dirupiahkan, nilainya mencapai angka Rp1,6 miliar per ha per tahun.
Untuk memperbaiki mangrove yang rusak, kata Billy, tiap tahun dilakukan rehabilitasi hutan mangrove seluas 10.000 hektare. Selain itu, dalam APBN juga dianggarkan untuk membangun kebun bibit rakyat (KBR).

Di tahun 2011, dianggarkan membuat 10.000 unit KBR yang dapat menghasilkan 500 juta batang tanaman mangrove. "Pada 2010 hanya 8.000 unit KBR, sedangkan di tahun depan akan dibangun 12.000 unit," katanya.

Menurut Kepala Balai Pengelolaan Hutan Mangrove Wilayah I Denpasar, Sasmitohadi, hutan mangrove tak sekedar memiliki fungsi ekologis. Saat mangrove rusak, menurut dia, bisa dipastikan akan terjadi penurunan ekonomi secara drastis.

"Jika mangrove hilang, pendapatan masyarakat menurun. Jika mangrove kembali digalakkan tangkapan nelayan menjadi tinggi," katanya.

Sasmitohadi mencontohkan, pendapatan kelompok masyarakat Bedul yang berada di hutan mangrove Alas Purwo dari sektor ekowisata berkisar Rp70 juta per bulan. Pada musim-musim tertentu, penghasilan kelompok masyarakat ini bahkan dapat mencapai Rp100 juta per bulan.

Aktivitas ekowisata di kawasan mangrove Alas Purwo yang dikelola masyarakat, kata Sasmitohadi, adalah wisata di hutan mangrove, atraksi berperahu, pemancingan di hutan mangrove, dan pendidikan lingkungan.

Sementara, Kepala Sub Direktorat Rehabilitasi Hutan Mengrove, Pantai, Rawa dan Gambut, Eko Warsito, mengatakan pihaknya optimis hutan mangrove Indonesia akan mengalami perbaikan.
Dia memperkirakan, dalam survei yang dilakukan lima tahun sekali ini akan ada tambahan sebesar 200.000 hektare hutan mangrove dalam kondisi baik.

Warsito menjelaskan yang masuk dalam kategori tanaman mangrove adalah tanaman yang dapat tumbuh dalam air yang bertekstur tanah lumpur.


Sementara, lanjut Warsito, kriteria hutan mangrove yang baik adalah hutan tersebut ditumbuhi lebih dari 1.000 batang mangrove per hektar. "Kalau hutan mangrove rusak, berarti kawasan itu hanya ditumbuhi kurang dari 400 batang mangrove per hektare."



Sementara dalam acara penandatanganan kerja sama antara Ditjen Bina Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Perhutanan Sosial (BPDAS dan PS), dan Japan International Cooperation Agency (JICA), tujuh kawasan hutan mangrove akan dijadikan percontohan di lingkup ASEAN.



Ketujuh kawasan hutan mangrove yang akan menerapkan mekanisme share learning itu berlokasi di Surabaya, Lampung, Bali Barat, Alas Purwo (Banyuwangi), Balik Papan, Tarakan, dan Jepara.



"Ketujuh area model itu menjadi lokasi pembelajaran mangrove komunitas ASEAN dan internasional," kata Indra. Selain lokasi pembelajaran, ketujuh kawasan tersebut juga menjadi tempat pengembangan kemampuan ekonomi masyarakat lokal dari hutan mangrove.



Berdasarkan survei yang dilakukan JICA, masing-masing area memunyai keunggulan komparatif yang berbeda-beda. 



Chief Advisor JICA, Takahisa Kusano, mencontohkan mangrove Surabaya dan Balikpapan, memiliki keunggulannya dalam sistem ekonomi pesisir terpadu. Mangrovenya berfungsi rehabilitasi lahan bekas tambak, pengurangan erosi, dan ekowisata.



Sementara itu, kawasan mangrove Tarakan dan Alas Purwo yang merupakan bagian dari kawasan konservasi Taman Nasional Alas Purwo yang memiliki keunggulan dari atraksi wisata alam. 



Kerja sama pengembangan mangrove antara Indonesia dan Jepang melalui JICA, kata Indra, sudah terjalin sejak 1991. Kerja sama itu terbagi menjadi empat fase, yaitu fase pertama (1991-1999) melalui rehabilitasi mangrove di Bali dan fase kedua (2001-2006) melalui pembangunan pusat informasi mangrove di Bali.



Sementara fase ketiga (2007-2010) melalui survei dan pemilihan tujuh area percontohan mangrove Indonesia di ASEAN dan fase keempat (2011-2014) melalui penandatanganan kerja sama, dan proyek konservasi mangrove pada tujuh project sites tersebut.




SELAMATKAN TERUMBU KARANG

Negara kepulauan Indonesia, yang terletak di garis tengah katulistiwa, merupakan 14 persen luas terumbu karang dunia. Indonesia menduduki peringkat kedua setelah Australia. Lagipula, Indonesia menjadi pusat segitiga terumbu karang dunia (the coral triangle). Ada enam negara dalam segitiga imajiner ini, yaitu Malaysia, Philipina, Timor Leste, Papua Nugini Indonesia dan Solomon Island.

Segitiga Terumbu Karang ini adalah pusat kehidupan laut yang memiliki keragaman jenis biota laut. Terumbu karang di kawasan ini 53 persen terumbu karang dunia. Di perairan Raja Ampat, Papua Barat, misalnya, terdapat lebih dari 600 spesies koral atau lebih dari 75 persen spesies yang dikenal di dunia.

Segitiga terumbu karang yang tersebar di perairan enam negara itu juga dihuni sekitar 3.000 spesies ikan, serta memiliki hutan mangrove paling luas di dunia. Segitiga terumbu karang juga menjadi tempat bertelur dan berkembang biaknya ikan tuna dalam jumlah terbesar di dunia. Tuna merupakan komoditas perikanan yang paling diminati di dunia.


Inilah alasan penting mengapa melindungi kelestarian terumbu karang di Indonesia perlu menjadi perhatian para Leader. Artinya, bila Indonesia gagal dalam pengelolaan terumbu karang akan mengakibatkan potensi hasil kelautan Indonesia sebesar lebih dari 1.6 juta dolar US tidak akan pernah bisa terwujud. Potensi kekayaan laut Indonesia terutama diperoleh dari perhitungan jumlah ikan tangkap yang merupakan nilai terbesar.

Meskipun fokus pembangunan belum tampak besar mengarah pada pemanfaatan potensi laut, bangsa ini tidak boleh lalai dalam pelestarian terumbu karang. Kelalaian mengakibatkan jutaan nelayan semakin sulit menangkap ikan. Bukan karena ikan ditangkapi dalam jumlah yang berlebihan tetapi karena populasi ikan
semakin menurun diakibatkan rusaknya koloni terumbu karang. Observasi yang dilakukan tahun 2003 menunjukkan bahwa kerusakan terumbu karang parah terjadi di Indonesia,  hanya tinggal 6,69% dalam kondisi sangat baik, kondisi baik 26,59%, buruk 37,56% dan sangat buruk 29,16%. Sangat menyedihkan. Bangsa besar yang wilayahnya  sebagian besar adalah laut ini dipandang belum mampu mengelola kelestarian terumbu karang.

Manfaat terumbu karang selain sebagai sumber kehidupan, juga bisa menjadi obyek wisata minat khusus yang sangat menarik. Para leader bisa menemukan keindahan terumbu karang dilaut Alor, Raja Ampat, Berau - Derawan, atau di kepulauan Nias dan Natuna. Jangan salah, masih banyak lagi daerah pantai di kepulauan-kepulauan Indonesia yang memiliki keindahan terumbu karang namun belum dikelola sebagai aset wisata.

Pentingnya menjaga kelestarian terumbu karang bukan sekedar perhatian pemerintah Indonesia. Namun juga menjadi perhatian dunia, karena kontribusi pengelolaan kelautan dengan cara yang benar akan turut membantu mereduksi percepatan global warming. Tentu saja ini sebuah inisiatif yang perlu ditindaklanjuti
dengan program nyata. Indonesia dengan bantuan World Bank dan Asia Development Bank, melalui Departemen Kelautan dan Perikanan telah menjalankan program konservasi dan pengelolaan terumbu karang secara sistematis sejak tahun 1998 dengan program yang disebut COREMAP (Coral Reef Rehabilitation and Management Program).

Program ini menjadi penting tidak saja bagi Indonesia tetapi juga bagi dunia karena inilah pertama kalinya program upaya pelestarian terumbu karang yang sangat komprehensif. Inisiatif program dilakukan sebanyak tiga tahap. Tahap pertama diselesaikan tahun 2004. Saat ini, COREMAP sudah sampai di tahap II.

Program COREMAP yang telah dijalankan secara komprehensif ini menuai hasil-hasil positif. Komprehensif, karena COREMAP terdiri dari tiga komponen yang berjalan secara paralel. Pertama adalah komponen CBM (community based management), yang pada fungsi pokoknya adalah pengelolaan kelestarian terumbu karang berbasis masyarakat sekitar. Kedua adalah penguatan kelembagaan, yang difokuskan pada terbentuknya kelembagaan di pemerintahan daerah agar mampu merespon kebutuhan masyarakat dalam pengelolaan terumbu karang. Ketiga adalah komponen penyadaran publik (public awareness), yang difokuskan untuk membangun kesadaran publik mengenai pentingnya menjaga dan melestarikan terumbu karang secara masif-nasional.

Maka, peranan kita sangat dibutuhkan demi menjaga kelestarian terumbu karang.  

Sekarang!

Selamatkan Terumbu Karang,  sekarang... !
 

 

LUMBA-LUMBA BERBICARA SEPERTI MANUSIA

Beragam penelitian tentang lumba-lumba dilakukan mengingat satwa tersebut terkenal cerdas. Salah satu yang sebelumnya pernah didapatkan adalah lumba-lumba bisa bersiul. Siulan tersebut digunakan sebagai alat komunikasi antar individu, persis seperti manusia menggunakan bahasa. Namun, penelitian itu ternyata kurang tepat. Lumba-lumba bukan cuma bersiul, tetapi berbicara.

Ilmuwan mengatakan, suara lumba-lumba diproduksi dari vibrasi jaringan yang cara kerjanya hampir mirip dengan organ di kotak suara manusia dan beberapa hewan darat lain. Demikian simpulan Peter Madsen dari Department of Biological Science di Aarhus University, Denmark, setelah melakukan studi tentang cara lumba-lumba berkomunikasi.

Madsen menelaah data digital suara 12 ekor lumba-lumba hidung botol yang direkam pada tahun 1977. Dasar teori penelitian adalah, nada siulan dipengaruhi oleh frekuensi resonansi di saluran udara. Saat lumba-lumba menyelam, saluran udara termampatkan karena tekanan. Artinya, jika memang bersiul, semakin dalam menyelam, ketukan suara lumba- lumba yang dihasilkan akan makin tinggi.

Lumba-lumba juga bisa bersuara di medium udara dan heliox, campuran 80 persen helium dan 20 persen oksigen. Kecepatan suara di medium heliox 1,74 kali lebih tinggi dari udara sehingga jika siulan diproduksi, maka ketukan nadanya akan 1,74 kali lebih tinggi.

"Kami menemukan bahwa ketukan suara lumba-lumba tidak berubah saat memproduksi suara di medium heliox, artinya ketukan tidak ditentukan oleh ukuran saluran udaranya, yang berarti juga lumba-lumba tidak bersiul," urai Madsen.

Lebih lanjut, Madsen menjelaskan, lumba-lumba justru memproduksi suara dengan membuat jaringan ikat di hidung bergetar sesuai dengan frekuensi yang ingin diproduksi dengan menyesuaikan ketegangan otot dan aliran udara di jaringan tersebut. Ini cara yang sama yang digunakan manusia.

Lalu jika lumba-lumba bisa bicara, apa yang dibicarakan? Ilmuwan mengetahui bahwa lumba-lumba saling berbagi informasi tentang identitas mereka sehingga mampu membantu satu sama lain ketika mengarungi wilayah samudera yang luas.

Insinyur akustik John Stuart Reid dan Jack Kassewitz dari organisasi Speak Dolphin membuat instrumen disebut CymaScope yang bisa mengurai detail struktur suara lumba-lumba sehingga "arsitekturnya" bisa dipelajari. Kassewitz mengungkapkan, "Ada bukti kuat bahwa lumba-lumba bisa melihat dengan suara, seperti manusia memakai USG untuk melihat embrio dalam kandungan. CymaScope memberi peluang untuk mengetahui apa yang dilihat lumba-lumba lewat suara." 

KERUSAKAN TERUMBU KARANG SUMBAR - LUAR BIASA


Kerusakan terumbu karang parah di kawasan pesisir pantai Pulau Pagang yang terletak di Nagari Sungai Pinang, Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat.

Hal itu terpantau pada penyelaman yang dilakukan oleh tim survei lapangan identifikasi potensi dan pemetaan pulau-pulau kecil di Kabupaten Pesisir Selatan dan Pasaman Barat, Senin (4/7/2011). Koordinator tim tersebut, Harfiandri Damanhuri dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Bung Hatta, Padang, mengatakan, kondisi terumbu karang di kawasan itu dalam keadaan jelek.

"Karena tutupan terumbu karang kurang dari 25 persen," kata Harfiandri.

Penyelaman dilakukan ahli terumbu karang Samsuardi dan ahli perikanan Yasser Arafat pada empat titik di sisi selatan, barat, utara, dan timur pulau tersebut. Pada sisi selatan, utara, dan timur pulau itu tutupan terumbu karang yang ditemui kurang dari 10 persen.

"Kejutan terjadi pada penyelaman yang dilakukan di sisi barat. Saya tidak menyangka di sisi barat ini banyak ditemukan terumbu karang hidup, tutupannya antara 25 persen hingga 30 persen," kata Samsuardi.

Ia mengatakan, hal itu kemungkinan disebabkan sedimentasi tidak sampai terjadi karena keburu diempas arus. Relatif kuatnya arus di bagian itu juga membuat terumbu karang yang terbentuk menjadi kuat karena tidak berdiri di atas substrat pasir.

Sementara menurut Yasser, jenis ikan yang terdapat di kawasan itu lebih banyak diketahui berasal dari kelompok mayor yang di dalamnya terdapat beragam jenis ikan hias. "Ikan indikator yang berkaitan erat dengan keberadaan terumbu karang dan ikan target yang bernilai ekonomis sedikit sekali ditemukan," katanya.

Salah seorang penduduk di Pulau Pagang, Polin Pasaribu (54), mengatakan bahwa kerusakan terumbu karang disebabkan perilaku menangkap ikan sebagian nelayan. Ia mengatakan, para nelayan menangkap ikan teri dengan menggunakan jangkar di haluan dan buritan kapal yang ditegangkan.

"Jika arus kuat dan jangkar itu lepas, karang yang menjadi dudukannya juga ikut hancur," kata Polin. Ia mengatakan, hal itu terjadi berulang-ulang pada semua bagian pulau.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sumatera Barat Yosmeri pada hari yang sama mengatakan, hingga sejauh ini pihaknya memang belum memiliki rencana untuk merevitalisasi terumbu karang di kawasan itu. "Untuk program khusus belum ada. Sebab, program terumbu karang hanya di Kepulauan Mentawai," katanya.




LAUT UNTUK KEHIDUPAN





Laut memiliki peranan yang sangat penting dalam mengontrol iklim di Bumi dengan memindahkan panas dari daerah ekuator menuju ke kutub. Tanpa peranan laut, maka hampir keseluruhan planet Bumi akan menjadi terlalu dingin bagi manusia untuk hidup. Laut juga merupakan sumber makanan, energi (baik yang terbarukan maupun yang tak terbarukan), dan obat-obatan. Daerah pantai juga merupakan daerah yang sangat besar peranannya bagi kehidupan manusia. Hampir 60% penduduk Bumi tinggal di daerah sekitar pantai.

Seperti kita ketahui, lebih dari 70% bagian dari planet Bumi ditutupi oleh air (dimana sebagian besarnya adalah lautan). Air laut bergerak secara terus-menerus mengelilingi Bumi dalam suatu sabuk aliran yang sangat besar yang biasa disebut sebagai global conveyor belt, bergerak dari permukaan ke dalam samudera dan kembali lagi ke permukaan. Angin, salinitas dan temperatur air laut mengontrol sabuk aliran global ini. Sabuk aliran inilah yang berperan memindahkan energi panas yang dipancarkan oleh Matahari ke Bumi. Pergerakan air laut mengelilingi Bumi dalam suatu sabuk aliran global memerlukan waktu yang sangat lama yaitu sekitar 1000 tahun. Pergerakan ini dapat dibagi ke dalam dua bagian yaitu:
  1. sirkulasi yang dibangkitkan oleh perbedaan densitas air laut, dimana densitas air laut bergantung pada harga temperatur dan salinitasnya. Sirkulasi ini biasa disebut sebagai sirkulasi termohalin (dari kata thermo yang berarti energi panas dan haline yang berarti garam).
  2. sirkulasi yang dibangkitkan oleh angin permukaan yang mengakibatkan adanya arus permukaan laut. Salah satu contoh dari arus yang dibangkitkan oleh angin adalah arus Gulf Stream.
Lautan juga berperan menangkap karbon dioksida (CO2) dari atmosfer dalam jumlah yang sangat besar. Sekitar seperempat CO2 yang dihasilkan oleh manusia dari hasil pembakaran bahan bakar fosil diserap dan disimpan di lautan. Di beberapa bagian laut, CO2 dapat tersimpan hingga berabad-abad lamanya dan berperan sangat besar dalam mengurangi pemanasan global.

PULAU SAUGI


Photo Pribadi : Tim Edukasi COREMAP II - LIPI (M. Abrar, M. Si dan Ranthi Bariel Putri, S. Si)

Menuju Pulau Saugi, ... Perjalanan ini bukanlah sebuah wisata yang sifatnya refreshing atau berlibur semata lho!. Saya menuju ke pulau saugi ini adalah dalam rangka perjalanan dinas, yaitu program monitoring dan evaluasi (monev) perkembangan pendidikan kelautan di wilayah Pangkajene Kepulauan atau dikenal juga dengan sebutan Pangkep. Pangkep ini adalah salah satu wilayah kabupaten di Propinsi Sulawesi Selatan.

Awal kisah perjalanan saya ini, adalah pada saat saya menikmati pemandangan yang masih asri di sepanjang perjalanan menuju kabupaten ini. Hampir tidak ada polusi udara akut yang menghampiri daerah ini, cuman sedikit kabut tanah karena ada perbaikan jalan disana. Bagi saya pemandangan yang cukup lama tidak saya nikmati ini membuat saya sangat terpesona dengan kemewahan alam disana. Persawahannya, Pegunangannya dan pesona Lautnya terutama, ... Selain itu juga terlihat rumah adat khas wilayahnya yang rata-rata dimiliki setiap keluarga disana. Kemudian bangunan mesjid, atau rumah ibadah muslim juga dibangun dengan jarak yang cukup dekat-dekat pembangunannya ... Hmmmm benar-benar suasana islaminya sangat tercium disini! ^_^

Perjalanan ini kemudian memberikan bonus lagi bagi mata dan jiwa saya, yaitu ketika saya berkunjung ke pulau saugi. Sebuah pulau kecil yang saya tidak tahu persis jumlah penduduknya berapa, tapi disana ada terdapat 1 SD yang siswa dapat dihitung dengan jari (sekolah ini yang saya kunjungi untuk monev). Melalui kunjungan saya tersebut, saya bertemu dengan siswa kelas 3, 4 dan 5 yang hanya berjumlah 5 - 6 orang perkelasnya. Awalnya saya heran, namun menurut guru yang mengajar, di daerah ini sudah terealisasi dengan baik program Keluarga Berencana (KB) , sehingga memang jumlah anak usia SD memang segitu adanya. Perhatian saya kembali tertarik dengan kemampuan intelkektual siswanya yang juga cukup baik, terutama pengetahuan mereka mengenai kelautan (mereka sangat kaya pengetahuan tentang laut dan potensinya).

Kembali ke alam pulau saugi ini, saya perhatikan lautnya begitu jernih dan murni yang tergambar dari kondisi lautnya yang hampir tidak terrusak oleh banyak tangan. Di dalam hati, saya memperkirakan pasti begitu banyak, keanekaragaman hayati dibawah lautannya ini ... Masyarakat di pulau saugi ini memang pada umumnya mencari nafkah dengan melaut. Pernah saya membaca dari sebuah postingan blog mahasiswa UNHAS bahwa "... Lokasi-lokasi dimana nelayan pemancing ikan hidup (jenis Sunu, Kerapu, Napoleon) beroperasi adalah di sekitar perairan pulau Saugi dan perairan pulau-pulau sekitar pulau Saugi. Karena Lokasi tersebut merupakan daerah karang, yang oleh nelayan disebut dengan Taka. Taka ini yang dijadikan lokasi penangkapan ikan hidup ( seperti, jenis Sunu, Kerapu, Napoleon)...".

Bagitu kira-kira sekilas kisah saya tentang Pulau Saugi yang indah dan jernih ini. Saya memang memiliki keterbatasan dalam menjabarkan lebih jauh tentang keindahan pulau saugi ini. Oleh karena itu saya mengajak para sahabat pencinta alam (khususnya laut) untuk melihat langsung kesana, apalagi dari Bandara Hasanuddin menuju Kab. Pangkep ini, hanya memakan waktu kurang lebih 45 menit, sedangkan menuju pulau sauginya hanya kira-kira 15 menit dengan menggunakan kapal nelayan. Harga sewa kapal pun relatif murah, yaitu Rp. 100.000,- untuk penyeberangan pulau saugi bolak-balik. Bagaimana sahabat,... tertarikkah!? Saya yakin sahabat tidak akan rugi :) (heee ... heee) ^_^ Salam Lestari!!!

(putri bariel - untuk perjalanan ke Sulawesi Selatan yang tak terlupakan)

PULAU GUSUNG



Kabupaten Kepulauan Selayar merupakan salah satu Kabupaten di antara 24 Kabupaten/Kota di Propinsi Sulawesi Selatan yang letaknya di ujung selatan dan memanjang dari Utara ke Selatan. Daerah ini memiliki kekhususan, yakni satu-satunya Kabupaten di Sulawesi Selatan yang seluruh wilayahnya terpisah dari daratan Sulawesi Selatan dan lebih dari itu wilayah Kabupaten Kepulauan Selayar terdiri dari gugusan beberapa pulau sehingga merupakan wilayah kepulauan.

Gugusan pulau-pulau yang berjumlah 123 buah baik pulau-pulau besar maupun pulau-pulau kecil yang membentang dari Utara ke Selatan. Luas wilayah Kabupaten Selayar tercatat 1.188,28 km persegi, wilayah daratan (5,23%) dan 21.138,41 km² (94,68%) wilayah lautan yang diukur 4 (empat) mil keluar pada saat air surut terhadap pulau-pulau terluar.


Banyak sekali pulau-pulau eksotis dengan kondisi pantai yang masih sangat baik disana, salah satunya pantai di pulau Gusung. Pulau Gusung merupakan pulau yang termasuk wilayah Kota Benteng 3 mil atau 5,5 km dari sebelah utara dan masih termasuk dari kelurahan guntung Benteng utara .pulau yang luasnya 1 hektar ada 60 KK atau 227 jiwa.Mata pencahariannya mayoritas nelayan dan juga berdagang,di gusung ada 115 anak usia sekolah.umumnya bersekolah di SDN 011 didalam pulau dan juga ada yang berekolah di SDN 007 Guntung.

Untuk SMP dan SMU kebanyakan bersekolah di Kelurahan Tanjung laut dan Loktuan mereka bersekolah menyebrangi lautan dengan menggunakan kapal kecil atau disebut perahu ketinting,apabila air laut surut maka mereka bersekolah menuju Guntung berjalan kaki melauli rawa-rawa hutan bakau.oleh sebab itu rencananya pemerintah Kota Benteng akan memberikan bantuan berupa perahu ketinting yang baru untuk dipergunakan oleh anak-anak yang akan bersekolah.semoga bantuan pemerintah tersebut terlaksana dan akan mencetak putra putri bangsa indonesia seperti di Film Laskar pelangi.








PANTAI PA'BA'DILANG



Kabupaten Kepulauan Selayar
(dahulu Kabupaten Selayar) adalah sebuah kabupaten di Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Ibu kota kabupaten ini terletak di Kota Benteng. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 903,35 km² dan berpenduduk sebanyak kurang lebih 100.000 jiwa. Kabupaten Kepulauan Selayar merupakan suatu kabupaten yang mempunyai beberapa kecamatan yang dipisahkan oleh lautan.

Kabupaten Kepulauan Selayar merupakan salah satu Kabupaten di antara 24 Kabupaten/Kota di Propinsi Sulawesi Selatan yang letaknya di ujung selatan dan memanjang dari Utara ke Selatan. Daerah ini memiliki kekhususan, yakni satu-satunya Kabupaten di Sulawesi Selatan yang seluruh wilayahnya terpisah dari daratan Sulawesi Selatan dan lebih dari itu wilayah Kabupaten Kepulauan Selayar terdiri dari gugusan beberapa pulau sehingga merupakan wilayah kepulauan.

Gugusan pulau-pulau yang berjumlah 123 buah baik pulau-pulau besar maupun pulau-pulau kecil yang membentang dari Utara ke Selatan. Luas wilayah Kabupaten Selayar tercatat 1.188,28 km persegi, wilayah daratan (5,23%) dan 21.138,41 km² (94,68%) wilayah lautan yang diukur 4 (empat) mil keluar pada saat air surut terhadap pulau-pulau terluar.


Salah satu pantai yang memiliki eksotis tersendiri adalah pantai pa'ba'dolang, dimana Pantai Pa'ba'dilang ini merupakan salah satu potensi wisata bahari andalan Bumi Tanadoang yang terletak di penghujung utara Ibukota Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi-Selatan. Meski tergolong jauh dari pusat ibukota kabupaten. Akan tetapi, hampir pada setiap pekannya pantai berpasir putih ini dipadati pengunjung yang datang untuk sekedar berjemur melepas kepenatan.

PANTAI PADANG



Kota Padang, berada di provinsi Sumatera Barat. Nggak tahu kenapa, Kota ini sekarang masih termasuk Kota favorit kedua saya setelah Kota Bukittinggi, terutama yang masih di daerah Sumatera Barat lho. Berhubung pembicaraannya lagi fokus tentang Kota padang, saya akan coba menggambarkan keadaan secara umumnya saja tentang Kota Padang.
Sebelumnya, saya yakin bahwa kamu sudah tidak asing lagi dengan Kota Padang. Tapi bagi yang kamu yang belum tahu nih.., Kota Padang itu sebuah Kota yang memiliki iklim yang cukup panas. Keunikan dari Kota Padang menurut saya adalah terletak di kebudayaannya, serta pemandangan yang nggak bikin bosan. Meskipun lokasi mayoritasnya (di Kota Padang ini) adalah pantai, tapi buat kamu yang paling suka dengan suasan alami atau suka banget sama pantai, Kota ini bisa menjadi salah satu target kamu juga lho.. (promosi nih..)

Memang sih, kehidupan di Kota ini jauh berbeda jika di bandingkan dengan kota-kota besar lainnya. Tapi, terkadang ada juga orang-orang yang justru karena hal itu malah berkunjung ke Kota ini. Kenapa kok gitu? Ya mungkin alasan utamanya adalah untuk mendapatkan suasana yang tenang dan berbeda.
arena mayoritas berada di sepanjang pantai, salah satu lokasi yang menarik di Kota ini adalah Pantai Padang. Pantai Padang merupakan salah satu pantai yang cukup ramai di kunjungi oleh orang sini juga, alasannya adalah karena Pantai Padang merupakan pantai yang lokasinya tidak jauh dari pusat kota. Sekedar jalan-jalan santai atau nongkrong bareng keluarga/teman-teman, kalau kamu mampir ke Kota Padang jangan lupa untuk singgah di Pantai Padang. Suasana sore menjelang malam adalah suasana paling pas buat mengucapkan, “See you tomorrow” pada senja yang perlahan menghilang. Efek gradasi dari sunset di pantai ini bisa
mengundang imajinasi kamu, atau minimal menyegarkan fikiran buat kamu yang lagi boring. Tapi kalau kamu mau sekalian mencoba aktivitas lain, seperti memancing misalnya, disini kamu tidak akan kesulitan untuk menemukan lokasi untuk memancing.

TELUR TERLARANG DI KOTA PADANG



Ratusan ekor tukik penyu sisik (Eretmochelys imbricatal) siap lepas di pusat pelestarian penyu sisik, Taman Nasional Kepulauan Seribu di Pulau Pramuka, Jakarta, Selasa (20/4). Lebih dari 700 telur penyu sisik berhasil menetas dan siap untuk dilepasliarkan ke laut.

Perdagangan telur penyu di Kota Padang, Sumatera Barat, sudah sampai pada taraf mengkhawatirkan. Berdasarkan Pusat Data dan Informasi Penyu Sumatera Barat, Universitas Bung Hatta, Padang, transaksi perdagangannya merupakan yang terbesar di Indonesia.

Tidak kurang 22.000 butir telur penyu bisa diperjualbelikan hanya dalam waktu 11 pekan. Tempat terbuka, seperti warung-warung di kawasan wisata Pantai Padang, menjadi lokasi perdagangan yang aman dari jamahan hukum.

Sekalipun penyu termasuk hewan terancam yang dilindungi berdasarkan Convention and International Trade In Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES) appendix I , perdagangannya terus dilakukan terang-terangan, bahkan masuk dalam salah satu program unggulan pariwisata.

Pada Selasa (17/5/2011) siang itu, seorang remaja putri berusia 12 tahun menjaga warung makanan dan minuman ringan milik orangtuanya. Sebut saja namanya Putri, yang tidak memahami bahwa salah satu barang dagangan milik orangtuanya adalah telur-telur penyu yang sesungguhnya dilarang diperjualbelikan.

Siang itu, bersama sejumlah bocah cilik, Putri menunggui warung tersebut. Tangan mungilnya mengaduk-aduk baskom berpasir berisikan telur-telur penyu yang baru datang dari pengepul.

"Direbus, Bang?" tanya Putri kepada calon pembelinya. Tak lama tiga butir telur penyu sisik sebesar bola pingpong sudah berpindah ke dalam panci berisi air menggelegak oleh panas kompor minyak tanah.

Sekitar lima menit kemudian, telur-telur tadi dimasukkan dalam plastik mungil. Suwiran kecil-kecil daun seledri dimasukkan dalam wadah itu untuk menghilangkan bau amis.

Dengan cekatan dibungkusnya plastik kecil tadi, lalu tiga butir telur penyu sisik tadi pun berpindah tangan.

Putri fasih bercerita bahwa telur-telur penyu yang dijual berasal dari Kabupaten Pesisir Selatan dan Kepulauan Mentawai. Untuk telur penyu sisik ditawarkan Rp 5.000 per butir dan Rp 6.000 per butir untuk telur penyu hijau.

Sudah sepuluh tahun terakhir orangtua Putri berjualan di kawasan wisata itu. Tidak kurang 100 butir telur penyu bisa dijual pada hari Minggu atau libur.

Pada hari-hari biasa antara 30 dan 50 butir telur penyu bisa dijual. Ada margin keuntungan hingga Rp 1.000 per butir telur yang bisa ditangguk pedagang seperti orangtua Putri.

Di sepanjang Jalan Muara yang berbatasan dengan Pantai Padang , tempat Putri menjaga warung milik orangtuanya, ada sejumlah pedagang lain yang menjajakan telur penyu. Nyaris semuanya adalah pedagang minuman dan makanan ringan dalam gerobak kayu beratap.

Jumlah pedagang telur penyu disinyalir juga makin banyak. Koordinator Pusat Data dan Informasi Penyu Sumatera Barat, Universitas Bung Hatta, Padang, Harfiandri Damanhuri MSc, mengatakan, pada tahun 2004 baru tercatat 18 pedagang.

Jumlah itu meningkat menjadi 22 pedagang tahun 2008 dan 26 pedagang pada 2011. Rata-rata setiap pedagang menjual 77,8 butir telur penyu per hari.

Jumlah itu, katanya, tidak sebanding dengan upaya konservasi berupa penetasan telur penyu yang dilakukan pemerintah selama ini di dua lokasi. Masing-masing di Pantai Mangguang, Kawasan Konservasi Laut Daerah (KKLD) Pusat Penangkaran Penyu, Desa Apar, Kecamatan Pariaman Utara, Kota Pariaman, dan di (KKLD) Pulau Karabak, Kabupaten Pesisir Selatan.

Harfiandri mengatakan, mereka hanya berhasil menetaskan 383,84 telur penyu per bulan di KKLD Kota Pariaman dan 393,66 telur penyu per bulan di KKLD Kabupaten Pesisir Selatan. Padahal, eksploitasi pada tahun 2000 saja sudah mencapai 318,34 butir telur per hari, katanya.

Adapun jenis telur penyu yang diperdagangkan terbagi dalam empat jenis, yakni telur penyu penyu sisik (Eretmochelys imbricata), penyu hijau (Chelonia mydas), penyu lekang (Lepidochelys olivacea), dan penyu belimbing (Dermochelys coriacea).

Membedakan keempat jenis telur penyu dengan cangkang yang relatif lunak itu relatif mudah. Telur penyu sisik dan lekang besarnya seperti bola pingpong. Adapun telur penyu hijau menyerupai besar telur ayam dengan bentuk lebih bulat. Sementara telur penyu belimbing diameternya serupa dengan bola tenis.

Karena itulah, telur penyu belimbing realtif lebih mahal. Bisa mencapai Rp 10.000 per butir. Penyu belimbing juga termasuk spesies yang paling terancam, kata Harfiandri.

Ia mengatakan, berdasarkan siklus empat tahunan hingga lima tahunan bertelurnya penyu belimbing, telur jenis penyu itu terakhir kali ditemukan tahun 2010. Sebelumnya pada 2005 dan 2001 telur penyu belimbing juga ditemukan di sejumlah pedagang.

Pembiaran

Menurut Harfiandri, hingga kini relatif tidak banyak yang dilakukan pemerintah untuk mengatasi hal itu. Bahkan, katanya, telur penyu juga sudah mulai diperjualbelikan di pasar tradisional.

Ini dikarenakan tidak adanya fasilitas penangkaran penyu di Kota Padang. Padahal, kata Harfiandri, penyu juga diketahui suka bertelur di beberapa lokasi di wilayah pantai Kota Padang.

Erlinda Cahya Kartika yang mewakili bagian Konservasi dan Keanekaragaman Hayati di Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar mengatakan, saat ini sudah dilakukan penyusunan rencana aksi. Namun, tim untuk melaksanakan rencana aksi yang direncanakan terdiri atas BKSDA Sumbar, kalangan akademisi, Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbar, serta pemerintah setempat itu belum juga dibentuk.

Hal itu ditambah dengan belum padunya visi pelestarian dengan pariwisata di Kota Padang. Bahkan, dalam brosur wisata, pengalaman makan telur penyu di kawasan pantai ini juga dipromosikan, kata Harfiandri.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Padang Edi Hasymi pada Rabu (18/5/2011) mengatakan, hingga sejauh ini penjualan telur penyu di kawasan wisata Pantai Padang tetap menjadi salah satu andalan. "Kami sedang buat masterplan untuk tahun 2011 ini guna pembenahannya karena selama ini, kan, masih tradisional. Soalnya telur penyu itu ada pasarnya sendiri, ada yang memang senang dengan telur penyu," katanya.

Ia mengatakan, sekalipun memang terdapat kontroversi soal konservasi dan pemanfaatannya untuk industri pariwisata, telur-telur penyu itu dianggap masih dalam batasan yang aman untuk diperjualbelikan. Edi mengatakan, sekalipun banyak telur penyu yang dijual, upaya penangkaran juga dilakukan.

"Telur penyu adalah potensi wisata, tetap harus kita jual," kata Edi.

KONTES INOVATOR MUDA 6 DIMULAI - BERHADIAH JUTAAN RUPIAH !!

Lomba Makalah Tentang Ekosistem Terumbu Karang!!!
Melalui Proses Sekolah, Penelitian, Studi Pustaka dan Presentasi Makalah

PERANG IDE, BERHADIAH JUTAAN RUPIAH - Inovatif, Kreatif, Persuasif dan Menonjolkan Potensi Daerah

TEMA :
MODEL PELESTARIAN TERUMBU KARANG DARI KACAMATA GENERASI MUDA

Persyaratan Kontestan :
  • Kontestan merupakan siswa SMA/ sederajat se- Indonesia
  • Tim terdiri dari 3 orang
  • Kreatif dan mandiri
  • Mampu berkomunikasi dengan Bahasa Indonesia
  • Lampiran persetujuan dari sekolah, biodata kontestan dan nomor telepon yang bisa di hubungi
  • Makalah belum pernah dipublikasikan di media manapun
  • Lolos pra-seleksi di tingkat daerah (khusus site COREMAP) pusat
Pra Seleksi :
  • Kontestan dari wilayah kerja COREMAP akan mengikuti seleksi tingkat daerah
  • Kontestan di luar wilayah kerja COREMAP dapat langsung mengirimkan makalah ke panitia pusat
  • Penerimaan makalah terakhir 15 Oktober 2011
  • Seleksi nasional 16 - 30 Oktober 2011
  • Pengumunan finalis (3 terbaik) 31 Oktober 2011
Format Makalah :
  • Tebal makalah 10 - 15 halaman
  • Huruf arial ukuran 12
  • Spasi 1,5
  • Cover terdiri dari : Judul, Nama Tim, Nomor Induk Siswa, Asal Sekolah
  • Isi : Abstrak, Kata Pengantar, Pendahuluan, Metode Penelitian, Hasil dan Referensi
Alamat Pengiriman dan Informasi :
PANITIA PUSAT KIM 6 - TAHUN 2011
Gedung LIPI - Jl. Raden Saleh No. 43 Jakarta Pusat
Telp : (021) 314 3080 ext. 1403 dan 1405
e-mail : edukasi@coremap.or.id atau edukasicoremap@yahoo.co.id

Sumber : Komunitas Cinta Terumbu Karang

PAUS BUNGKUK NAVIGATOR HEBAT DI LAUTAN



Menurut hasil proyek pengamatan selama 8 tahun, paus bungkuk menggunakan posisi Matahari, medan magnet Bumi, dan bintang sebagai pemandu perjalanan. Paus bungkuk bisa menempuh perjalanan sejauh 16.000 kilometer dan bisa menempuh jalur lurus selama beberapa minggu.

"Padahal mereka harus melalui pusaran air, tapi mereka tetapi bisa berenang lurus," kata ilmuwan lingkungan dari University of Canterbury, Selandia Baru, Travis Horton. "Mereka menggunakan hal lain di luar tubuh mereka," kata Horton yang penelitiannya terbit di Biology Letters pada 20 April.

Paus bungkuk mencari makan selama musim panas di lautan daerah kutub. Saat musim dingin, mereka bermigrasi ke lautan tropis. Saat itu pula mereka kawin dan bereproduksi. Sekali jalan, mereka bisa menempuh jarak 8.000 kilometer, membuat mereka menjadi hewan dengan jarak migrasi terjauh di Bumi.

Untuk penelitian, Travor dan timnya memasangkan alat bertenaga baterai yang memberikan informasi lokasi. Berdasarkan pengamatan, tak peduli arus air, badai, dan penghalang lain, jalur paus bungkuk tidak pernah menyimpang lebih dari 5 derajat salah bermigrasi. Sekitar separuh paus yang diamati, hanya menyimpan 1 derajat bahkan lebih kecil.

"Mengagumkan betapa jalur mereka sangat lurus," kata ahli biologi bahari Alex Zerbini dari National Oceanic and Atmospheric Administration. "Kami penasaran untuk mengetahui cara mereka melakukan hal itu," tambahnya.

Sudah puluhan tahun, ada penelitian mengenai migrasi satwa yang menggunakan magnet Bumi dan pelacakan Matahari. Tapi keduanya biasa dipakai oleh unggas. Paus bungkuk sepertinya tidak hanya mengandalkan kedua metode tersebut. Horton memperkirakan kalau paus bungkuk juga menggunakan posisi bulan atau bintang.

ADA SKUTER BAWAH AIR



Gabungan antara menyelam, jetski, dan skuter, jadilah HydroBOB, sebuah skuter bawah air yang membawa orang menjelajah kehidupan bawah air tanpa perlu kemampuan menyelam dan berenang.

Saat ini, kendaraan berwarna kuning itu bisa disewa di tempat olah raga air Fort Lauderdale, Florida, Amerika Serikat, dengan tarif US$25 per jam. Penyewa bisa menjelajah dunia bawah air kolam.

Alat ini terdiri dari helm yang dihubungkan dengan tangki oksigen sehingga penyelam tetap bisa bernapas. Helm tersebut memberikan sudut pandang 180 derajat. Penyelam duduk di sadel dan dengan memutar stang, skuter berjalan di dalam air.

Sayangnya, meskipun bentuknya mirip kuda laut, HydroBOB belum dapat digunakan di laut. Tapi di masa depan, siapa tahu?

GAWAT!!! 43 SPESIES IKAN MEDITERANIA TERANCAM PUNAH


Survei terbaru International Union for Conservation of Nature (IUCN) mengungkap, 43 spesies ikan asli Laut Mediterania terancam punah. Seperti apa?

Menurut IUCN, sebagian besar spesies terancam punah adalah, hiu dan ikan manta. Spesies itu terancam menghilang karena aktivitas penangkapan ikan di habitat ikan itu berlebihan serta adanya polusi.

Meski beberapa jenis hiu dan manta tak bernilai komersil tinggi, ikan ini juga menjadi korban penangkapan ikan. Pasalnya, jala pukat nelayan, menangkap tanpa pandang bulu.

"Jala pukat menjadi masalah utama konservasi dan kelangsungan spesies laut,” ujar Maria del Mar Otero dari IUCN.

Terlebih, metode jala pukat yang tak selektif membuat nelayan menangkap segala ikan tanpa pandang bulu sekaligus menghancurkan dasar lautan tempat ikan hidup, berkembang biak dan makan, lanjutnya.

Sementara itu, spesies ikan komersil, seperti tuna sirip biru, juga dinyatakan terancam punah akibat penangkapan ikan yang terlalu banyak. Potensi reproduksi tuna sirip biru dinyatakan berkurang setengahnya dalam 40 tahun terakhir.

Sumber : Inilah Indonesia

LAUT MENGHANGAT, POPULASI IKAN BERKURANG


Studi baru menunjukkan, meningkatnya suhu laut secara acak di beberapa bagian dunia berdampak pada populasi ikan yang semakin berkurang jumlahnya.

Laut yang menghangat membuat pertumbuhan ikan terhambat. Parahnya, hal ini bisa meningkatkan stres bahkan risiko kematian ikan.

Hasil studi ini berdasarkan penelitan ilmuwan Australia yang berfokus pada spesies ikan Morwong di Laut Tasman, di antara Australia dan Selandia Baru.

Para ilmuwan menemukan, pertumbuhan ikan Morwong di beberapa wilayah melambat akibat naiknya suhu air laut hingga dua derajat celcius dalam kurun 60 tahun terakhir.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Nature Climate Change ini mengungkapkan, selain ikan Morwong, efek perubahan suhu juga berdampak pada jenis ikan lain dan terumbu karang.

"Sektor perikanan akan rugi besar,” papar Ron Thresher dari badan penelitian CSIRO.

Seperti dikutip Reuters, "Melalui penelitian ini, kami menemukan bukti pertumbuhan ikan melambat dan stres pada ikan mencapai ambang batas,” tutupnya.

Sumber : Inilah Indonesia

PANTAI MAURITIUS DI AFRIKA



Jika Anda definisi yang sempurna untuk liburan ini dapat bersantai di salah satu lokasi yang paling indah yang ada di mana saja di dunia, bila Anda langkah pertama ke pantai di mauritius Anda akan segera tahu bahwa itu tepat di mana Anda ingin! satu-satunya adalah yang menangkap mauritius tidak memiliki "sebuah" pantai, ia telah puluhan mereka! Satu-satunya masalah yang mungkin terjadi selama liburan Anda mauritius adalah memutuskan apakah Anda ingin tetap berada di satu lokasi, atau apakah Anda ingin menjelajahi semua pantai di pulau!

tidak ada lebih fokus untuk berlibur dari pantai. dalam iklim tropis mauritius, setiap hari di pantai akan diisi dengan jam jam hangat dan santai, perendaman sampai matahari ada hanya tidak lain jenis liburan yang cukup dapat membandingkan liburan ke pantai di mauritius!

pantai dari mauritius memiliki hangat, paling pasir berwarna putih yang akan anda pernah lihat! dari pasir, Anda akan bersenang-senang dalam keindahan laut yang luas di depan Anda, yang hangat, kristal-jelas air benar-benar sempurna untuk berenang, fotografi luar biasa, serta mengambil semua itu sebagai salah satu atraksi yang paling spektakuler Anda dapat pernah lihat.

bila Anda memilih mauritius liburan, Anda akan melihat bahwa pantai ini terletak di seluruh pulau sendirinya, dan Anda juga akan memiliki pilihan untuk mengambil kapal ke Ile aux cerfs, sebuah pulau kecil manusia mauritius di pantai timur yang indah biru laguna dan pantai yang sangat sendiri.

pilihan Anda dari pantai di mauritius dapat mencerminkan preferensi individu Anda sendiri. Anda dapat memilih antara privasi panjang, tenang pantai, pantai dengan toko-toko dan aktif turis kehidupan, dan pantai dengan berbagai kegiatan olahraga air. gaya mana saja yang cocok untuk anda yang terbaik, Anda akan menemukan setidaknya satu yang cocok untuk anda. Anda bahkan akan menemukan selancar pusat mauritius, terletak di Baie du Tamarin. jika anda belum pernah dilihat atau dialami permainan selancar, sangat luar biasa untuk menonton dan menyenangkan untuk mencoba.

sebagai pulau berlokasi di Samudra Hindia, seharusnya tidak datang sebagai kejutan yang mauritius berisi beberapa pantai yang paling indah di seluruh dunia! seharusnya juga tidak datang sebagai kejutan yang unik dalam masing-masing adalah cara sendiri, dan masing-masing memiliki banyak tempat yang tepat. Anda dapat dengan mudah desain Anda sendiri individual paket liburan di sekitar pantai yang menakjubkan dari mauritius.

apakah Anda ingin menghabiskan seluruh perjalanan Anda di satu pantai, atau kunjungi setiap pantai pulau ini yang telah menawarkan, Anda dapat yakin bahwa setiap saat Anda berada di pantai akan secara permanen ukiran ke dalam memori sebagai pantai liburan yang menyenangkan Anda pernah mengalami.

Anda akan memerlukan semua adalah warna favorit Anda memakai pantai dan minuman dingin, dan Anda dapat memastikan bahwa Anda benar-benar liburan di mauritius berarti kehidupan merupakan pantai!

PANTAI WHITEHAVEN DI QUEENSLAND



Pantai Whitehaven adalah pantai yang paling indah dan terkenal di benua Australia. Pantai dengan pasir putih yang luar biasa ini terletak di Utara Pulau Whitsunday Queensland.

Pantai Whitehaven ini terletak di Pulau Whitsunday, pulau terbesar dalam kelompok Whitsunday di queensland, Australia.

Panjang pantai ini kurang lebih 6 km dan terdiri dari pasir putih yang sangat halus yang murni silika 98%. Pasir ini begitu murni yang digunakan dalam konstruksi lensa untuk teleskop Hubble.

Di ujung utara Pantai whitehaven , ada sebuah teluk yang indah di mana air pasang menggeser pasir dan air untuk menciptakan perpaduan warna yang indah. Pasir putih yang megah ini berupakan hasil pecahan Great Barrier Reef yang dihantam ombak selama berjuta-juta tahun.

Pantai Whitehaven juga merupakan salah satu pantai terindah di Australia bahkan di dunia dan juga sering didatangi oleh turis - turis dari berbagai negara .




RIBUAN IKAN DITEMUKAN MATI DI LOS ANGELES


Ribuan ikan ditemukan mati di pelabuhan Ventura dekat Los Angeles. Pejabat memperingatkan, peristiwa ini kemungkinan akibat adanya bahaya lingkungan.

Pejabat melakukan penyelidikan mengenai misteri dibalik kematian massal ikan di dekat Los Angeles selama sebulan lebih. Ribuan ikan teri dan sarden kembali ditemukan mati Senin lalu.

Penyelidikan awal menemukan, ikan-ikan tersebut mati karena kekurangan oksigen dalam air setelah berpindah ke pelabuhan itu sepekan lalu, ungkap Ventura Harbor Patrol. Seperti dikutip Xinhua, alasan ikan-ikan ini pindah ke pelabuhan masih misteri.

Pejabat mengatakan, kemungkinan ikan-ikan ini dikejar-kejar singa laut, lumba-lumba atau gelombang kuat. Pat Hummer dari patroli pelabukan mengatakan, kapal patroli mulai membersihkan bangkai ikan sebelum ternggelam dan bau.

Bangkai ikan ini setara 20 barel dengan berat 189,2 liter. Pada Maret lalu, 175 ton ikan sardin mati di pantai Redondo di King Harbor dekat Los Angeles. Ilmuwan mengatakan, ikan-ikan ini mati keracunan asam dari mekarnya ganggang.

Sumber : Inilah Indonesia

LAUT NAN ASAM



Karbon dioksida yang kita lepaskan ke udara meresap ke dalam lautan dan perlahan-lahan mengasamkannya. Apakah tiram, remis, dan terumbu karang masih bisa bertahan seratus tahun dari sekarang?
Castello Aragonese adalah sebuah pulau kecil yang mencuar di Laut Tirreno/Tyrrhenian Sea. Pulau yang terletak 27 kilometer di barat Napoli/Naples ini dapat dijangkau dari Pulau Ischia yang lebih besar melalui jembatan batu yang sempit dan panjang. Para wisatawan mengunjungi Castello Aragonese untuk melihat suasana kehidupan di masa lalu. Sebaliknya, para ilmuwan yang mengunjungi pulau itu datang untuk melihat suasana kehidupan di masa depan.

Karena anomali geologi, laut di sekitar Castello Aragonese memberi gambaran keadaan lautan tahun 2050 dan setelahnya. Gelembung CO2 muncul dari celah vulkanik di dasar laut dan larut membentuk asam karbonat. Asam karbonat relatif lemah; setiap hari diminum orang dalam minuman berkarbonasi. Namun, jika terkumpul cukup banyak, senyawa ini dapat membuat air laut bersifat korosif. "Nyaris tak ada makhluk hidup yang bisa bertahan pada kadar CO2 yang sangat tinggi," jelas Jason Hall-Spencer, ahli biologi laut dari University of Plymouth Inggris. Castello Aragonese merupakan contoh alami bagi proses yang tidak alami: Pengasaman yang terjadi di lepas pantainya juga terjadi di seluruh lautan di dunia dengan laju yang lebih perlahan, seiring semakin banyaknya karbon dioksida dari knalpot dan cerobong asap yang diserap lautan.

Hall-Spencer telah memelajari laut di sekitar pulau itu selama sewindu terakhir, dengan saksama mengukur keadaan air dan meneliti ikan, karang, serta moluska yang hidup dan—terkadang—larut di sana. Pada suatu hari di musim dingin, aku berenang bersamanya dan Maria Cristina Buia, ilmuwan di Stasiun Zoologi Anton Dohrn Italia, untuk melihat efek pengasaman dari dekat. Kami membuang sauh sekitar 45 meter dari pantai Castello Aragonese. Gumpalan teritip membentuk garis keputihan di dasar tebing pulau yang tak henti dihempas gelombang. "Teritip memang sangat tangguh," ujar Hall-Spencer. Meskipun begitu, di daerah yang air lautnya paling terasamkan, mereka tak terlihat.

Kami semua terjun ke laut. Buia mencungkil beberapa limpet naas dari sebuah batu. Hewan ini memasuki perairan yang terlalu korosif baginya saat berkeliaran mencari makanan. Cangkangnya begitu tipis sehingga hampir transparan. Gelembung karbon dioksida naik dari dasar laut. Hamparan lamun melambai di bawah kami. Warnanya tampak hijau terang; organisme kecil yang biasanya melapisi daunnya dan mengusamkan warnanya, tak terlihat satu pun. Bulu babi, yang biasanya ditemukan tak jauh dari semburan, juga tak terlihat, hewan itu bahkan tak bisa hidup di air yang sedikit terasamkan.


CHIKO, SALMON PALING TAHAN PERUBAHAN IKLIM


Chilko salmon, spesies ikan yang mampu beradaptasi dengan kanaikan suhu air. (cosmosmagazine.com)

Sungai Fraser di British Columbia, Kanada, merupakan kawasan tempat berhuninya lebih dari 100 spesies ikan salmon. Banyak di antara spesies itu sudah sangat menyesuaikan diri dengan lingkungan. Akibatnya, perubahan kecil sekalipun, misalnya pada temperatur air, aliran sungai, atau perubahan ketinggian menjadi malapetaka bagi mereka.

Tapi tidak demikian bagi Chilko salmon. Ia terbukti lebih tahan dibanding spesies salmon lainnya terhadap perubahan lingkungan dan perubahan iklim. Saat diamati, Chilko salmon, yang namanya diambil dari nama kawasan di mana mereka berkembang biak, mampu beradaptasi dengan perubahan tersebut.

Sebagai informasi, sungai Fraser, yang memiliki panjang sekitar 2 ribu kilometer saat ini suhunya sudah naik hingga 2 derajat dibandingkan dengan kondisi di tahun 1950-an dengan kondisi terburuk terjadi selama 20 tahun terakhir.

Menurut data University of British Columbia, jutaan ekor salmon bermigrasi ke hulu sungai untuk berkembang biak. Tetapi jumlahnya terus menurun sejak tahun 1990-an. Selain itu, siklus migrasi juga menjadi penyebab kematian alami di mana 40 sampai 95 persen ikan tewas.

“Perubahan iklim telah mengacaukan lingkungan sungai. Sejumlah populasi salmon tidak mampu segera beradaptasi sehingga mereka tidak dapat bertahan,” kata Erika Eliason, ketua tim peneliti dari University of British Columbia, seperti dikutip dari Cosmosmagazine, 4 April 2011.

Dari penelitian, saat temperatur air naik ke titik tertentu, kemampuan salmon untuk berenang menurun. Diperkirakan, kenaikan suhu air mengakibatkan menurunnya kemampuan sistem peredaran darah ikan. Lalu, apa yang menyebabkan Chilko salmon mampu bertahan?

“Kami yakin kemampuan Chilko salmon diakibatkan oleh kondisi migrasi mereka yang jauh lebih berat dibanding salmon lain,” kata Eliason.

Menurut peneliti, tiap spesies salmon mengikuti satu rute migrasi tetap dari sejumlah rute migrasi yang memiliki perbedaan jarak, temperatur, ketinggian, dan arus air. Sebagian spesies mengambil jalur mudah, namun jalur yang diambil Chilko salmon sangat sulit.

Chilko salmon harus berenang dengan jarak lebih dari 650 kilometer, naik dengan ketinggian 1 kilometer, dan melewati kawasan yang disebut sebgai Hell’s Gate di mana sungai mengalir deras melalui kawasan yang menyempit hingga hanya seleber 35 meter.

Selain terbiasa menempuh rute ekstrim, Chilko juga ternyata kurang terpengaruh terhadap perubahan temperatur dan perubahan lingkungan lain. Tidak seperti Weaver salmon yang sangat sensitif.

Dari penelitian lebih lanjut, diketahui bahwa Chilko memiliki jantung paling besar dan sistem cardio-respiratory yang jauh lebih kuat dibanding seluruh spesies ikan yang diamati peneliti.

“Chilko mampu berenang pada variasi temperatur yang lebih tinggi dibanding salmon lain di sungai tersebut,” kata Eliason. “Kami berkesimpulan bahwa kemampuan ini disebabkan karena mereka mampu beradaptasi untuk mengatasi jalur migrasi mereka yang sulit. Untuk itu kami menyebutnya sebagai ikan super”, ucapnya.

GUGUS GILI DI PULAU LOMBOK



Nama Lombok pernah moncer dalam peta wisata Indonesia. Saat ini, 10 tahun setelah huruhara 1998, Lombok, pulau utama Nusa Tenggara Barat bersolek dengan mengandalkan gugus Pulau Gili Terawangan sebagai pemikat utama wisatawan mancanenegara.

Gugus Gili Terawangan terletak di bagian barat laut Lombok. Jaraknya sekitar 29 km dari ibukota NTB, Mataram. Gugus Gili terawangan terdiri dari 3 pulau yakni Gili Terawangan, Gili Meno dan Gili Air.

Gili Terawangan menawarkan pantai yang indah, dan keakraban komunitas internasional. Hal yang menarik lainnya dari Gili Terawangan ini adalah larangan penggunaan kendaraan bermotor di sana. Alat transportasi di Gili terawangan menggunakan Cidomo, yang bentuknya seperti bendi yang ditarik kuda.

Selain Gili Terawangan, NTB juga terdapat pantai yang indah lainnya. yang juga terkenal adalah Pantai Senggigi dan juga Pantai Kuta di Lombok Selatan. Di Pantai Kuta bahkan terdapat tradisi budaya lokal yang disebut Nyale.

Bergerak ke arah kota Mataram, ada satu tempat lagi yang juga menarik dikunjungi yakni Istana Air Narmada. Sementara bagi yang suka petualangan gunung, bisa mendaki Gunung Rinjani.

PANTAI DRINI DAN PENANGKAL BISA ULAR


Objek wisata di Kabupaten Gunung kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan karena disana dapat berwisata budaya, seni, sejarah, pendidikan, kuliner, belanja, dan wisata alam yang menarik. Salah satunya adalah hamparan pantai pasir putih yang terdapat di kabupaten Gunung Kidul Desa Ngestirejo, Kecamatan Tanjungsari, sekitar 1 km yaitu Pantai Drini.

Keistimewaan pantai ini terdapat pulau karang yang tumbuh pohon Drini dan konon kayunya dapat dipakai sebagai penangkal ular berbisa. Pemandangan Pantai Drini yang sangat indah, asri dan pantainya yang sangat perawan karena belum dikenal membuat Pantai Drini menjadi istimewa. Tidak hanya itu Pantai Drini diapit oleh bukit-bukit yang sangat besar dan pantai ini terisolasi dengan dunia luar.

Hamparan pasir putih yang indah, disinari oleh cahaya alam dan kesejukan udara pantai. Keadaan di pantai Drini sangatlah bersih, hamparan pasir putih yang terbentang luas, kejernihan lautnya membuat kita bisa melihat dengan jelas karang dan rumput lautnya. Daya tarik lain yang dimiliki oleh Pantai Drini adalah banyaknya biota laut yang terdapat disana.

Untuk masuk ke pantai ini pengunjung dikenakan tarif Rp 4.000/orang pada saat ada kegiatan atraksi. Jika tidak ada atraksi kegiatan, tarifnya hanya Rp 2.000/orang. Semua itu masih ditambah untuk parkir sepeda motor Rp 500, mobil Rp 1.500, minibus Rp 3.000, dan bus Rp 5.000.

Akses yang dapat ditempuh untuk ke lokasi ialah bisa melalui jalan darat dan jalan udara. Jalur darat bisa menggunakan bis untuk menuju ke objek wisata ini, bagi anda yang berasal dari kota jogja bisa langsung menuju Terminal Giwangan (jogja) kemudian disambung lagi dengan bus jurusan Wonosari, setelah sampai di terminal wonosari anda bisa naik lagi bus ke arah Tanjung Sari, Tepus dan sekitarnya karena pantai-pantai tersebut berada di kecamatan tersebut.

Selain bis wisatawan pun bisa menggunakan kereta api turun di Stasiun Tugu, kemudian dilanjutkan ke Terminal Giwangan, kemudian dilanjutkan ke rute yang sudah disebutkan tadi. Sedangkan menggunkan jalan udara bisa menggunakan pesawat dengan tujuan Bandara Adi Sucipto, kemudian dari bandara naik trans jogja jurusan terminal giwangan, kemudian dilanjutkan dengan rute seperti di atas.

DESA SERUI LAUT, YAPEN




Di balik bukit Desa Serui Laut, tepatnya di sebuah teluk yang tenang, pengunjung bisa bermain air yang sangat jernih, jauh dari hiruk pikuk Desa Serui Laut, sembari menunggu matahari terbenam.

Sayangnya untuk mengunjungi desa di sisi barat Kota Serui ini tidak terlalu mudah. Jalannya cukup terjal. Selain itu, jalur menuju teluk sepi juga membelah bukit berbatu yang cukup melelahkan. Untunglah, pemandangan matahari terbenam di teluk ini mengganti semua kelelahan itu.

PULAU ANGGRAMEOS, NABIRE



Pulau ini sering menjadi persinggahan perahu nelayan atau pedagang dari propinsi Papua Barat (Manokwari atau Teluk Wondama) yang ingin ke Nabire. Walau tak berpenduduk, ada sebuah keluarga yang membangun rumah sederhana tempat para pesinggah beristirahat.

Ada sebuah ritual untuk mereka yang baru pertama kali ke pulau ini: mandi di sungai berair jernih yang bermuara di sisi barat pulau.

PULAU MANSURBABO, BIAK



Pulau sempit ini berdiri di atas Atoll Mansurbabo, sebuah atoll yang menjadi zona inti ekologis Kepulauan Padaido, Biak. Pasirnya putih, airnya jernih dan ketika air asang, berenang di pantai di sekitar pulau ini sungguh menyenangkan. Pulau ini bisa dicapai dengan menyewa kapal kayu, menempuh perjalanan sekitar satu setengah hingga dua jam.

Kegiatan lain - dan lebih asyik - adalah snorkeling dan diving. Tidak ada penduduk di pulau ini, jadi bawa sendiri seluruh keperluan Anda. Jika ingin merasakan menginap di pulau, sebelum sore Anda bisa melanjutkan perjalanan ke Pulau Nusi. Di sana tersedia homestay yang dikelola oleh penduduk.

INDONESIA TRAVEL FUN BIROE

WELCOME BIROE

Welcome Myspace Comments

FORUM DISKUSI CINTA LAUT

FORUM DISKUSI CINTA LAUT
Forkom Matabuka 2011

LOMBA BLOG - BLOGGER MUDA BIROE

Forkom Matabuka 2010

GEO BIROE

ENTRI POPULER BIROE

FOLLOWERS BIROE

SEA BIROE

Animated Pictures Myspace Comments